AS Serang Iran untuk Pertama Kali dalam Sebulan, Iran Gempur Militer AS di Yordania

Aksi saling serang ini terjadi tak lama setelah konflik AS-Iran memasuki bulan keenam, dan pada saat ketegangan sebenarnya mulai mereda.


AS, Suarathailand- Amerika Serikat pada hari Minggu menyatakan telah menyerang peluncur roket Iran di sebuah pulau kecil di Selat Hormuz—serangan pertama terhadap Iran dalam kurun waktu sebulan—yang memicu balasan dari Teheran.

Serangan AS tersebut mengakibatkan adanya "korban jiwa," menurut Garda Revolusi Iran, yang kemudian membalas dengan menyerang target militer AS di Yordania, sebagaimana dilaporkan media pemerintah.

Garda Revolusi "menargetkan infrastruktur teknis, fasilitas pemeliharaan, dan posisi jet tempur musuh di pangkalan udara King Hussein dan Al-Azraq yang dioperasikan AS di Yordania" menggunakan rudal balistik, yang menyebabkan "kerusakan parah," menurut laporan televisi pemerintah.

Aksi saling serang ini terjadi tak lama setelah konflik AS-Iran memasuki bulan keenam, dan pada saat ketegangan sebenarnya mulai mereda.

AS menyatakan serangannya bertujuan mencegah Iran meluncurkan lebih banyak ranjau laut ke selat tersebut, hanya beberapa hari setelah mengumumkan penyelesaian pembersihan bahan peledak dari jalur perairan strategis itu.

"Hari ini, pasukan AS menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak," ujar juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), seraya menambahkan bahwa Garda Revolusi Iran "terpantau sedang bersiap meluncurkan roket bermuatan ranjau laut ke Selat Hormuz."

Dalam beberapa pekan terakhir, pemerintahan Trump lebih mengutamakan "perang ekonomi" dibandingkan serangan militer terhadap Iran.

Iran secara efektif telah memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia sebelum AS dan Israel memulai permusuhan melalui serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari.


Share: