Partai Republik Nilai Perang Iran Berkepanjangan Ancaman bagi Pemilu Sela AS

Permusuhan yang terus berlanjut ini telah menurunkan semangat para pemilih Partai Republik, yang sebelumnya mengantarkan Trump ke Gedung Putih dengan harapan ia dapat mengendalikan inflasi dan menjauhkan AS dari konflik luar negeri.


AS, Suarathailand- Enam bulan setelah dimulainya konflik yang menurut prediksi Presiden AS Donald Trump hanya akan berlangsung "empat hingga lima minggu," para ahli strategi Partai Republik khawatir tidak ada cara untuk mencegah perang Iran ini merugikan prospek partai dalam pemilihan umum sela bulan November mendatang.

Permusuhan yang terus berlanjut ini telah menurunkan semangat para pemilih Partai Republik, yang sebelumnya mengantarkan Trump ke Gedung Putih dengan harapan ia dapat mengendalikan inflasi dan menjauhkan AS dari konflik luar negeri.

Kekhawatiran Partai Republik kian bertambah akibat sikap presiden yang tampak tidak peduli, bahkan ketika konflik yang tidak populer ini menggerus tingkat kepuasan publik terhadapnya, serta hasil jajak pendapat yang menunjukkan meningkatnya frustrasi pemilih terkait perang tersebut—beserta dampak lanjutannya berupa harga bahan bakar yang tinggi dan inflasi yang sulit diredam.

Sejumlah pengamat kini menyatakan bahwa Partai Republik berisiko kehilangan kendali atas kedua majelis Kongres jika presiden tidak mampu membalikkan sentimen negatif tersebut sebelum hari pemilihan.

Hal itu akan mengancam agenda Trump di sisa masa jabatannya dan membuat pemerintahannya menghadapi serangkaian penyelidikan oleh anggota parlemen dari Partai Demokrat yang menjadi rival politiknya.

Sejak awal, masyarakat Amerika bersikap skeptis terhadap perang ini, meskipun pandangan mengenai isu tersebut sebagian besar terbelah berdasarkan garis partai.

Share: