Nepal menerima tekanan besar dari komunitas internasional untuk mengizinkan setidaknya tim pencarian dan penyelamatan korban WNA.
Nepal, Suarathailand- Kathmandu Post melaporkan Pemerintah Nepal telah membatalkan keputusan untuk menolak bantuan dari negara lain dalam operasi penyelamatan pascabanjir dahsyat yang menewaskan ratusan korban jiwa.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Nepal, Lok Bahadur Chhetri, sebelumnya mengatakan Nepal tidak memerlukan bantuan asing untuk operasi pencarian dan penyelamatan pascabencana banjir bandang tersebut.
"Nepal menerima tekanan besar dari komunitas internasional untuk mengizinkan setidaknya tim pencarian dan penyelamatan serta sejumlah ahli, karena warga negara mereka juga ada yang hilang akibat banjir.
Kami mengizinkan sejumlah ahli secara terbatas di wilayah-wilayah tertentu," ujar pejabat Nepal.
Menteri Luar Negeri Nepal, Shisir Khanal, mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa para pakar asing akan membantu tim penyelamat setempat dalam mengidentifikasi jenazah agar pihak berwenang dapat menyerahkannya kembali kepada keluarga dengan segera.
Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Uni Eropa, dan beberapa negara telah memberikan bantuan keuangan kepada Nepal di tengah kerusakan yang diakibatkan oleh banjir besar tersebut.
Arus air yang sangat deras mengalir deras ke Sungai Bhote Koshi di wilayah pegunungan Nepal pada Rabu (26/8).
Penyebab banjir besar tersebut awalnya dilaporkan sebagai akibat dari gempa bumi dan tanah longsor susulan.
Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyatakan bahwa aktivitas seismik tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser, bukan oleh getaran di bawah tanah.




