Para tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor. Sekitar lima menit kemudian, tiga bom meledak di dalam toko.
Pattani, Suarathailand- Sekelompok pemberontak bersenjata menyerbu sebuah pusat perbelanjaan besar di Pattani pada Sabtu malam, memaksa pelanggan dan karyawan untuk keluar sebelum meledakkan tiga bom.
Aparat keamanan menduga para pemberontak berupaya memicu ketidakstabilan di provinsi perbatasan selatan tersebut menjelang rencana perundingan yang akan digelar di Malaysia.
Serangan terhadap toko Global House di wilayah (tambon) Bana, Distrik Muang Pattani, itu bermula sesaat sebelum pukul 19.00.
Para pria bersenjata itu awalnya memerintahkan pelanggan dan staf untuk keluar. Tiga ledakan mengguncang bangunan tersebut beberapa menit kemudian.
Lima pria bertopeng yang dipersenjatai senapan serbu dan pistol tiba dengan mengendarai dua sepeda motor dan satu sepeda motor dengan sespan, ujar Kepala Kepolisian Muang Pattani, Kolonel Polisi Jeffrey Salaimankul, pada hari Minggu.
Dua penyerang melumpuhkan petugas keamanan di pintu masuk, sementara dua lainnya masuk ke dalam toko dan memerintahkan staf serta pelanggan untuk keluar. Para pria itu kemudian memasang tiga bom di lokasi berbeda di dalam gedung.
Tersangka kelima memarkir sepeda motor dengan sespan yang berisi bom di area bongkar muat barang toko tersebut.
Sebelum melarikan diri, salah satu penyerang berkata kepada petugas keamanan: "Jika tidak ingin ada korban jiwa, cepatlah evakuasi semua orang keluar dari toko."
Para tersangka melarikan diri menggunakan sepeda motor. Sekitar lima menit kemudian, tiga bom meledak di dalam toko. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka.
Aparat keamanan menutup akses ke lokasi kejadian karena khawatir masih ada bahan peledak lain yang tertinggal.
Unit penjinak bom (EOD) yang dipimpin oleh Kepala Kepolisian Wilayah 9, Letnan Jenderal Polisi Piyawat Chalermsri, memeriksa sepeda motor dengan sespan yang ditinggalkan di area bongkar muat.
Sebuah pesawat nirawak (drone) mendeteksi benda mencurigakan di dalam kendaraan tersebut, dan tim mengerahkan robot untuk melumpuhkan bom sebelum memindahkan kendaraan itu ke area aman untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kendaraan tersebut memuat bom rakitan yang dikemas di dalam tabung gas seberat hampir 50 kilogram, serta tujuh galon bensin. Tim menghabiskan waktu dua jam untuk menjinakkan bom tersebut dengan aman.
Polisi menyatakan bahwa bom tersebut mungkin mengalami malfungsi setelah mekanisme pemicunya terganggu saat pengangkutan, namun bom itu berpotensi menyebabkan kerusakan parah seandainya meledak.
Letnan Jenderal Polisi Piyawat mengatakan bahwa sepeda motor dengan sespan tersebut tampaknya merupakan bom jebakan yang dirancang untuk diledakkan dari jarak jauh setelah aparat keamanan dipancing ke lokasi kejadian.
"Personel penjinak bom (EOD) telah melumpuhkan sebagian sistem pemicunya dan terus melakukan pemeriksaan untuk memastikan keamanan area tersebut," ujarnya.
Aparat keamanan tetap berada di lokasi kejadian pada Minggu pagi untuk menilai kerusakan dan mengumpulkan bukti forensik.




