KBRI Sarankan WNI yang akan melakukan perjalanan dari dan menuju Arab Saudi untuk mengonfirmasi kembali status perjalanannya kepada maskapai yang digunakan.
Riyadh, Suarathailand- Xinhua melaporkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh menyampaikan bahwa belum ada laporan terkait Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban meninggal atau terluka dalam serangan yang menyasar Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi pada Sabtu.
“Tidak ada laporan Warga Negara Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai kemungkinan Warga Negara Indonesia di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut,” bunyi pernyataan KBRI Riyadh yang dikonfirmasi di Jakarta pada Minggu.
Arab Saudi menyampaikan bahwa serangan tersebut mengakibatkan 12 korban meninggal dunia yaitu empat orang warga Arab Saudi, dua orang warga Bangladesh serta masing-masing satu orang warga Amerika Serikat, Mesir, Yordania, Suriah, Palestina dan Sudan.
Terdapat 309 korban luka-luka, termasuk sejumlah korban dalam kondisi kritis. Para korban luka telah mendapatkan penanganan medis di beberapa rumah sakit.
Arab Saudi mencatat sebanyak 581.000 Warga Negara Indonesia (WNI) berada di negara tersebut, terdiri atas 351.070 pemegang izin tinggal (iqamah) dan 229.350 pengunjung atau peziarah.
KBRI Riyadh menegaskan bahwa pihaknya akan terus berkomunikasi dengan Otoritas Arab Saudi, serta melakukan pemantauan ke lapangan untuk memastikan ada atau tidak WNI yang menjadi korban dan menjalani perawatan pada Rumah Sakit di Riyadh dan sekitarnya.
Serangan tersebut juga telah berdampak pada penghentian sementara operasional Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Penghentian tersebut akan berlangsung hingga pemeriksaan dan penilaian yang diperlukan selesai dilakukan guna memastikan keselamatan fasilitas bandara, melalui koordinasi dengan otoritas terkait.


