Orangutan yang diselamatkan berasal dari sejumlah lokasi di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
Kalbar, Suarathailand- Antara melaporkan Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) serta Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Kalimantan Barat telah menyelamatkan 46 individu Orangutan Kalimantan (Pongo Pygmaeus) yang menjadi korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Sudah ada 46 orangutan yang diselamatkan dari habitat yang terbakar sejak Agustus hingga 9 Oktober 2026 selama siklus karhutla, Sementara penyediaan habitat aman menjadi tantangan lanjutan bagi upaya konservasi satwa dilindungi tersebut," kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat (Kalbar) Murlan Dameria Pane di Pontianak, Minggu.
Delapan telah dinyatakan sehat mulai ditranslokasikan pada 9 Oktober ke Hutan Lindung Batu Nyambu, Kabupaten Ketapang. Pemindahan itu menjadi tahap lanjutan setelah satwa dievakuasi dari habitat yang terbakar dan menjalani pemeriksaan kesehatan serta observasi.
"Penyelamatan satwa liar tidak berhenti pada penyelamatan dan translokasi. Keduanya merupakan bagian dari strategi konservasi yang lebih luas," kata Murlan.
Orangutan yang diselamatkan berasal dari sejumlah lokasi di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
Direktur Operasional YIARI Argitoeranting mengatakan pemilihan lokasi pelepasliaran harus mempertimbangkan ketersediaan pakan, sumber air, ruang jelajah, dan keterhubungan dengan kawasan hutan lainnya. Karena itu Hutan Lindung Batu Nyambu dipilih berdasarkan kajian kesesuaian habitat dan daya dukung ekologis.
Kawasan seluas sekitar 23.000 hektare tersebut memiliki tutupan hutan primer dan sekunder serta terhubung dengan sejumlah kawasan hutan lindung dalam lanskap Arabella–Schwaner. Berdasarkan survei pada 2023 kawasan itu merupakan habitat alami orangutan dengan daya dukung ekologis yang dinilai memadai.


