Iran Transfer Rp133 Triliun Pendapatan Minyak ke Bank Sentral Iran

Dana Rp133 triliun diperkirakan cukup untuk menutupi kebutuhan pengeluaran pemerintah dalam valuta asing selama periode Juli hingga Desember.


Teheran, Suarathailand- Anadolu melaporkan Iran telah mentransfer $7,5 miliar dolar AS (sekitar Rp133 triliun) pendapatan dari penjualan minyak selama empat bulan pertama tahun kalender Iran saat ini ke bank sentral.

Dana Rp133 triliun diperkirakan cukup untuk menutupi kebutuhan pengeluaran pemerintah dalam valuta asing selama periode Juli hingga Desember, menurut laporan kantor berita semi-resmi Fars pada Sabtu yang mengutip informasi dari Kementerian Perminyakan Iran.

Iran memiliki persediaan minyak yang cukup untuk dijual di luar wilayah yang terdampak blokade angkatan laut AS guna memenuhi target pendapatan yang ditetapkan dalam anggaran negara untuk periode 21 Maret 2026 hingga 20 Maret 2027, menurut laporan tersebut.

Pendapatan minyak Iran pada periode 21 Maret hingga 22 Juli, atau empat bulan pertama tahun Iran, mencapai 99 persen dari target yang diproyeksikan dalam anggaran untuk periode tersebut.

Perkembangan ini terjadi di tengah blokade angkatan laut AS terhadap Iran yang telah mengganggu ekspor minyak dan perdagangan maritim Teheran.

Selat Hormuz, jalur strategis bagi pengiriman energi global, tetap menjadi salah satu titik utama dalam konflik AS-Iran. Iran menutup jalur perairan strategis tersebut, sementara AS menuntut agar Selat Hormuz dibuka kembali untuk pelayaran yang bebas dan tanpa hambatan.


Share: