Iran Marah AS Serang Kawasan Dekat Rumah Sakit Kanker Anak, Sebut AS Barbar

Serangan itu menyebabkan penderitaan yang meluas di antara pasien muda dan mengganggu perawatan medis yang menyelamatkan nyawa.


Teheran, Suarathailand- Di media sosial X, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baqaei pada hari Kamis mengecam serangan AS di dekat rumah sakit kanker anak di kota Ahvaz, barat daya Iran. Serangan AS ini sebagai tindakan "barbar" dan memaksa evakuasi darurat ratusan pasien kanker anak.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baqaei mengatakan bahwa Rumah Sakit Shahid Baqaei, sebuah pusat perawatan kanker anak, dievakuasi semalam setelah Amerika Serikat menyerang lokasi terdekat.

Ia menambahkan bahwa serangan itu menyebabkan penderitaan yang meluas di antara pasien muda dan mengganggu perawatan medis yang menyelamatkan nyawa.

"Serangan barbar ini, yang mengingatkan pada kekejaman Israel terhadap fasilitas perawatan kesehatan, menyebabkan penderitaan dan kecemasan yang parah pada anak-anak yang dirawat di rumah sakit, dan memaksa evakuasi darurat 211 pasien yang menjalani kemoterapi," lanjut Baqaei.

"Ini merupakan kejahatan perang pengecut terhadap manusia yang paling tidak berdosa — anak-anak yang dengan berani berjuang untuk hidup mereka," kata juru bicara itu.

Warga Ahvaz melaporkan mendengar beberapa ledakan pada Rabu malam setelah AS menargetkan beberapa bagian kota, termasuk daerah dekat rumah sakit, menurut laporan setempat.

Kantor Berita Fars mengatakan beberapa proyektil mendarat di sekitar Rumah Sakit Shahid Baqaei. Petugas medis, dibantu oleh keluarga pasien, mengevakuasi pasien yang ketakutan dan mulai memindahkan mereka ke fasilitas perawatan kesehatan lain.

Universitas Ilmu Kedokteran Ahvaz mengumumkan bahwa rumah sakit tersebut untuk sementara dinonaktifkan setelah ledakan di daerah sekitarnya.

Kementerian Kesehatan Iran mengkonfirmasi bahwa gelombang serangan AS terbaru telah meningkatkan jumlah korban luka menjadi lebih dari 300 pada siang hari Rabu, sementara 35 orang telah gugur.

Baqaei juga mengecam pemerintah yang mengutuk pelanggaran hak asasi manusia secara selektif.

"Mereka yang tanpa henti mengkhotbahkan hak asasi manusia, namun dengan sengaja menutup mata terhadap penargetan rumah sakit dan pusat kesehatan, telah kehilangan setiap sedikit kredibilitas moral," tegasnya.

Share: