Penutupan Selat Hormuz, jalur utama perdagangan global minyak dan gas alam cair, hampir terhenti total sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia.
Moskow, Suarathailand- Oleg Kobyakov, Kepala Kantor Penghubung Organisasi Pangan PBB (FAO) di Rusia menyatakan Rusia tidak menghadapi ancaman krisis pangan yang disebabkan blokade Selat Hormuz karena pasokan pangan di dalam negeri sudah lebih dari cukup.
"Pasar Rusia tidak berisiko. Ini bukan hanya pendapat saya, tetapi konsensus di kalangan pakar Rusia, pasar memiliki pasokan yang sangat melimpah di semua kategori produk," kata Kobyakov saat ditanya Sputnik soal dampak situasi di Selat Hormuz terhadap pasokan ke Rusia.
Amerika Serikat dan Israel mulai menyerang sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu, hingga memicu serangan balasan dari pihak Iran.
Kemudian, pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri permusuhan, meskipun setelah itu kedua pihak kembali saling serang. Hingga kini, konflik antara AS dan Iran masih belum terselesaikan.
Eskalasi konflik tersebut telah menyebabkan aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz, jalur utama perdagangan global minyak dan gas alam cair, hampir terhenti total sehingga memicu kenaikan harga bahan bakar di seluruh dunia.



