Wapres Turki Sebut Pakta Pertahanan Tak Ditujukan untuk Lawan Iran

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan  pada Jumat (7/8). 


Turki, Suarathailand- CNN melaporkan Wakil Presiden Turkiye Cevdet Yilmaz pada Sabtu mengatakan perjanjian pertahanan Turki dengan Arab Saudi dan Pakistan tidak ditujukan untuk melawan Iran ataupun negara lain mana pun.

"Perjanjian pertahanan bersama tidak ditujukan untuk melawan Iran atau negara lain mana pun. Perjanjian ini bertujuan memperkuat keamanan kawasan, pertahanan bersama, dan kemampuan penangkalan," kata Wapres Yilmaz.

Turki, Arab Saudi, dan Pakistan menandatangani perjanjian pertahanan tersebut pada Jumat (7/8). 

Menurut surat kabar Turki, kesepakatan itu mencakup kerja sama dalam pertukaran intelijen dan koordinasi keamanan kawasan.

Surat kabar tersebut menilai bergabungnya Turki ke dalam kerangka kerja pertahanan strategis antara Arab Saudi dan Pakistan—yang ditandatangani pada tahun 2025—sebagai tonggak sejarah potensial yang dapat mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah.

Perjanjian Pertahanan Bersama Mekah tersebut ditandatangani oleh Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan, Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dalam pertemuan puncak yang berlangsung di Istana Al-Safa.

Perjanjian itu disebut mencerminkan komitmen bersama ketiga negara untuk memperkuat keamanan kolektif, dengan berlandaskan pada ikatan sejarah yang telah lama terjalin, solidaritas Islam, kepentingan strategis bersama, serta kerja sama pertahanan yang erat.

Perjanjian itu merupakan pengaturan kerja sama yang berorientasi pada pertahanan, tidak menargetkan negara mana pun, dan dirancang untuk memperkuat komitmen terhadap perdamaian, stabilitas, serta kemakmuran regional dan global melalui pembagian beban dan pendekatan keamanan bersama.

Share: