IRGC Apresiasi Media Iran karena Melawan Disinformasi Pihak Lawan

IRGC memperingati Hari Jurnalis Iran dengan mengapresiasi peran jurnalis dalam memberikan informasi kepada publik serta menjaga harapan, kesadaran, dan kebenaran di masa-masa sulit.


Teheran, Suarathailland- Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memuji berbagai media Iran karena telah melawan disinformasi dan distorsi yang disebarkan musuh, serta menekankan peran penting media tersebut dalam menjaga persatuan nasional di tengah konflik terkini.

IRGC memperingati Hari Jurnalis Iran dengan mengapresiasi peran jurnalis dalam memberikan informasi kepada publik serta menjaga harapan, kesadaran, dan kebenaran di masa-masa sulit.

Pengakuan media asing mengenai kegagalan Presiden AS Donald Trump dalam perang melawan Iran merupakan hasil dari upaya media revolusioner Iran untuk menangkal kampanye disinformasi musuh, demikian pernyataan IRGC.

"Saat ini, kawasan dan dunia sedang menyaksikan salah satu pertempuran paling kompleks dan berdampak besar dalam sejarah kontemporer," tambah pernyataan tersebut, merujuk pada perang kedua dan ketiga yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

IRGC mencatat bahwa meskipun Washington dan Israel telah mengerahkan upaya militer dan media, mereka gagal mencapai tujuan yang telah ditetapkan; sebaliknya, konflik-konflik tersebut justru mengungkap kebuntuan strategis, perpecahan di antara sekutu Barat, serta memudarnya pengaruh mereka.

"Media dunia, yang mengakui kegagalan Washington untuk menaklukkan Republik Islam, secara terbuka membicarakan 'kekalahan' Trump dan 'jebakan yang dibuat sendiri' dalam perangnya melawan Iran," bunyi pernyataan itu.

Pernyataan tersebut juga menambahkan bahwa sejumlah laporan media menggambarkan kesepakatan yang dicapai tidak lebih dari sekadar "dokumen penyerahan diri AS" di hadapan kemampuan pertahanan dan kekuatan negosiasi Iran.

IRGC menyatakan bahwa penilaian semacam itu menunjukkan kekuatan militer dan daya tangkal aktif Iran, yang merupakan hasil dari pengambilan keputusan strategis oleh pimpinan negara, ketangguhan rakyat Iran, serta dukungan terhadap angkatan bersenjata.

Pihaknya juga memuji peran media Iran, dengan menyatakan bahwa "upaya cerdas dan tepat dari media revolusioner" telah membantu menangkal disinformasi dan pemberitaan yang dilebih-lebihkan oleh pihak lawan.

Pernyataan tersebut lebih lanjut mengecam musuh-musuh Iran yang menggunakan berbagai sarana perang hibrida dan siber—termasuk kecerdasan buatan (AI)—untuk memutarbalikkan fakta dan memperlebar jarak antara rakyat Iran dan Republik Islam.

“Pengalaman menghadapi pergolakan, khususnya peristiwa tanggal 8 dan 9 Januari 2026, mengajarkan kepada kami bahwa dimensi media dalam upaya hasutan merupakan bagian paling kompleks dan vital dari keseluruhan situasi ini,” ujar IRGC, seraya menambahkan, “Narasi pertama akan menjadi milik pihak yang terjun ke lapangan dengan lebih cepat, lebih akurat, dan lebih cerdas.”

IRGC juga memberikan apresiasi kepada para jurnalis yang selama perang baru-baru ini telah bekerja menyajikan laporan peristiwa secara tepat waktu, memberitakan keberadaan serta perlawanan warga sipil, menggambarkan penderitaan para korban beserta keluarganya, serta menyoroti solidaritas nasional yang luar biasa.

Pihaknya memberikan penghormatan kepada para jurnalis yang tetap menjalankan tugas di tengah ancaman dan situasi berbahaya, seraya menyebutkan bahwa beberapa di antara mereka telah gugur saat melaksanakan tugasnya.

IRGC menyampaikan ucapan selamat kepada para jurnalis dan pekerja media dalam rangka Hari Jurnalis Nasional, seraya menyebut mereka sebagai “pejuang di garda depan kesadaran dan pena” yang membela “garis depan narasi dan kebenaran.”

Iran memperingati Hari Jurnalis pada tanggal 8 Agustus untuk mengenang jurnalis Mahmoud Saremi, yang tewas di Afghanistan pada tahun 1998.

Share: