Presiden Lula da Silva Minta Trump Tidak Campuri Pemilu Brasil

AS berlakukan dua putaran tarif baru terhadap produk-produk Brasil pada bulan Juli; langkah yang dikecam oleh Lula sebagai upaya memengaruhi pemilu melalui tekanan ekonomi.


Brasil, Suarathailand- Presiden Luiz Inacio Lula da Silva mengatakan pada hari Rabu bahwa ia akan meminta Presiden AS Donald Trump untuk "tidak mencampuri pemilu Brasil" pekan depan saat berlangsungnya Sidang Umum PBB.

Pemimpin berhaluan kiri ini dijadwalkan untuk berpidato pada hari Selasa dalam pertemuan pemimpin dunia tahunan di New York. Di sana, ia berpotensi bertemu dengan mitranya dari AS, yang merupakan sekutu bagi rivalnya dalam pemilu bulan Oktober, yakni kandidat sayap kanan Flavio Bolsonaro.

"Saya akan menghadiri pertemuan PBB untuk berbicara dengan Trump dan mengatakan kepadanya: jangan mencampuri pemilu di Brasil," ujar Lula saat melakukan kegiatan kampanye di Ceilandia, sebuah kawasan kelas pekerja di ibu kota Brasilia.

Pejabat Kementerian Luar Negeri Brasil, Carlos Bicalho Cozendey, mengatakan pada hari Rabu bahwa "tidak ada pertemuan bilateral khusus" yang dijadwalkan antara Lula dan Trump, namun keduanya "kemungkinan akan berpapasan di Sidang Umum" seperti yang terjadi tahun lalu.

Amerika Serikat memberlakukan dua putaran tarif baru terhadap produk-produk Brasil pada bulan Juli; langkah yang dikecam oleh Lula sebagai upaya memengaruhi pemilu melalui tekanan ekonomi.

Ketegangan dengan pemerintahan Trump bermula pada tahun 2025, ketika Washington menerapkan gelombang pertama tarif terhadap Brasil sebagai tindakan balasan atas persidangan mantan presiden sayap kanan sekaligus sekutu Trump, Jair Bolsonaro—ayah Flavio—yang dinyatakan bersalah karena berupaya melakukan kudeta.

Share: