Menhan AS menuduh kepemimpinan Iran menginginkan "kematian" bagi AS selama "hampir setengah abad," serta bersorak atas serangan 11 September dan mensponsori serangan terhadap warga Amerika selama beberapa dekade.
AS, Suarathaland- Anadolu melaporkan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Jumat (11/9), berjanji "menuntaskan perang ini" melawan Iran saat berpidato dalam upacara di Pentagon yang menandai peringatan 25 tahun serangan 11 September 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.
Menha Hegseth berbicara bersama Presiden Donald Trump dan Jenderal Dan Caine, Kepala Staf Gabungan, dalam upacara yang mengenang para korban serangan serta memberikan penghormatan kepada personel militer AS dan petugas tanggap darurat.
"Ada pihak lawan terus berupaya membatasi kekuatan AS dan membunuh warga Amerika, serta menambahkan bahwa Washington tetap "waspada" dalam menghadapi ancaman semacam itu," kata Hegseth.
Menhan AS itu mengatakan bahwa AS telah "meluluhlantakkan" pihak yang dia sebut sebagai "sponsor negara untuk terorisme paling produktif di dunia" selama enam bulan terakhir.
Dia menuduh kepemimpinan Iran menginginkan "kematian" bagi AS selama "hampir setengah abad," serta bersorak atas serangan 11 September dan mensponsori serangan terhadap warga Amerika selama beberapa dekade.
"Namun, mereka tidak memperhitungkan presiden ini," kata Hegseth, merujuk pada Trump.
Dia mengatakan pasukan AS telah menewaskan para pemimpin Iran, menghancurkan angkatan udara dan angkatan laut negara tersebut, serta melumpuhkan pertahanan udaranya.
Dia menambahkan bahwa Washington sedang berupaya memastikan Iran "tidak akan pernah memiliki senjata nuklir," sementara tekanan ekonomi terhadap Teheran terus diperketat.
"Kami menguasai Selat itu," ujar Hegseth, merujuk pada Selat Hormuz.
"Kami akan menuntaskan perang ini," katanya.



