Perselisihan diplomatik antara AS dan Brasil terjadi di tengah konflik perdagangan yang semakin meningkat setelah pemerintahan Trump memberlakukan tarif 25 persen.
Brasilia, Suarathailand- Anadolu melaporkan Meksiko dan Brasil sepakat memperdalam kerja sama di bidang perdagangan, energi, serta urusan multilateral dalam pertemuan tingkat tinggi di Brasilia, ketika kedua negara berupaya meningkatkan koordinasi di tengah meningkatnya ketegangan regional dan global.
Menteri Luar Negeri Meksiko Roberto Velasco bertemu dengan mitranya dari Brasil, Mauro Vieira, pada Kamis (6/8) dalam pertemuan keenam Komisi Binational Meksiko-Brasil, sebelum melakukan pembicaraan dengan Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva.
Lula kembali menyampaikan undangannya kepada Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum untuk berkunjung ke Brasil.
Kedua pemerintah mengatakan akan terus memperluas kerja sama di sektor-sektor strategis, termasuk perdagangan, energi, ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi, sekaligus memperkuat koordinasi di berbagai forum internasional.
Mereka juga kembali menyatakan dukungan terhadap pencalonan mantan Presiden Chile Michelle Bachelet untuk menjadi sekretaris jenderal PBB berikutnya.
Kerja sama energi menjadi salah satu topik utama dalam diskusi tersebut. Kedua pihak mendorong rencana untuk mempererat kolaborasi antara perusahaan minyak milik negara Meksiko, Pemex, dan perusahaan energi Brasil, Petrobras, di berbagai bidang, termasuk eksplorasi hidrokarbon dan pengembangan bahan bakar nabati.
Pertemuan tersebut berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan antara Brasil dan AS menyusul perselisihan mengenai tarif dan hubungan diplomatik. Meksiko sendiri berupaya melakukan diversifikasi kemitraan internasional tanpa mengganggu hubungan ekonomi eratnya dengan Washington.
Beberapa hari sebelum pertemuan, Brasil menolak memberikan visa kepada dua utusan Departemen Luar Negeri AS yang berencana bertemu dengan otoritas pemilu. Brasil menuduh keduanya berupaya merusak kepercayaan terhadap sistem pemilu negara tersebut.
Perselisihan diplomatik antara AS dan Brasil terjadi di tengah konflik perdagangan yang semakin meningkat setelah pemerintahan Trump memberlakukan tarif 25 persen terhadap barang-barang Brasil pada awal musim panas ini, menyusul tarif 50 persen yang diberlakukan pada tahun sebelumnya.
Pertemuan itu berlangsung dengan latar belakang meningkatnya ketegangan tersebut, ketika Meksiko dan Brasil berupaya memperluas kerja sama bilateral serta koordinasi mengenai isu-isu regional dan multilateral.
Meksiko dan Brasil telah memperkuat hubungan dalam beberapa bulan terakhir melalui kontak rutin tingkat tinggi antara Sheinbaum dan Lula.
Pada Juni, kedua pemimpin kembali menegaskan komitmen mereka terhadap multilateralisme, hukum internasional, dan prinsip non-intervensi, sekaligus menginstruksikan kementerian luar negeri masing-masing untuk mempersiapkan pertemuan keenam Komisi Binational.



