AS, Suarathailand- Majalah Atlantic melaporkan AS akan terus memberikan informasi intelijen kepada Ukraina, termasuk untuk serangan terhadap infrastruktur energi Rusia, karena posisi Direktur CIA John Ratcliffe.
Atlantic menyebut Amerika sekarang hanya memberikan informasi intelijen secara gratis kepada Kiev, termasuk paket informasi mengenai target untuk serangan terhadap posisi pasukan Rusia dan infrastruktur energi.
Sebelumnya, pada Maret 2025, media Barat melaporkan bahwa AS telah berhenti berbagi intelijen dengan Ukraina. Pada saat yang sama, Washington juga memblokir sekutunya untuk berbagi intelijen dengan Kiev. AS kemudian melanjutkan berbagi data dengan Ukraina.
Sebelumnya Financial Times juga melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump memerintahkan lembaga-lembaga negara untuk bersiap berbagi intelijen dengan Ukraina yang dapat membantunya melancarkan serangan jauh ke dalam Rusia.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengomentari laporan tentang AS yang berbagi intelijen untuk serangan jauh ke dalam wilayah Rusia, menekankan bahwa orang hanya dapat berspekulasi tentang jenis intelijen apa yang dibagikan Washington dengan Kiev.
Ia juga menekankan bahwa penggunaan seluruh infrastruktur NATO dan AS untuk mengumpulkan dan mengirimkan intelijen ke Ukraina adalah hal yang wajar.



