848 warga negara asing masih hilang, termasuk 587 orang di Nepal dan 261 orang di Tibet.
Nepal, Suarathailand- Korban tewas akibat banjir bandang dan tanah longsor dahsyat di sepanjang perbatasan Nepal-Tiongkok pada hari Jumat meningkat menjadi 1.428 jiwa.
Sementara upaya pencarian terhadap 5.649 orang masih terus dilakukan lebih dari dua minggu setelah bencana melanda wilayah tersebut.
Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana Nepal menyatakan pada hari Kamis bahwa jumlah kematian yang terkonfirmasi di negara itu telah naik menjadi 1.385 jiwa, dengan 5.130 orang masih dinyatakan hilang.
Di pihak Tiongkok, jumlah korban tewas tetap tercatat sebanyak 43 jiwa, dengan 519 orang hilang di Wilayah Otonom Xizang (Tiongkok barat daya), yang juga dikenal sebagai Tibet.
Di antara mereka yang hilang, 848 orang adalah warga negara asing, termasuk 587 orang di Nepal dan 261 orang di Tibet.
Bencana ini terjadi pada tanggal 26 Agustus ketika sebuah gletser di Gunung Langtang Lirung, Nepal, retak pada ketinggian sekitar 5.200 meter (17.060 kaki).
Retakan tersebut memicu longsoran es dan batuan yang kemudian berkembang menjadi aliran puing masif dan menyapu lembah-lembah di sepanjang perbatasan.
Banjir dan tanah longsor meluluhlantakkan distrik Rasuwa, Nuwakot, Dhading, dan Kavre di Nepal, serta wilayah Lembah Kathmandu.
Bencana tersebut juga menimbun pos lintas batas Gyirong di wilayah Xizang.



