Iran dalam Posisi Bermartabat, Teheran Nilai Saat Ini Tepat untuk Akhiri Perang

Angkatan bersenjata Iran tetap sepenuhnya siap untuk mempertahankan negara dan pentingnya menjaga persatuan di dalam negeri.


Teheran, Suarathailand- Anadolu melaporkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan perang dengan Amerika Serikat (AS) perlu diakhiri ketika Iran berada dalam posisi "kuat dan bermartabat", seraya membela kesepakatan terbaru Teheran-Washington

Pezeshkian mengatakan hasil perundingan itu merupakan "pencapaian besar" yang telah disetujui Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, demikian pernyataan kepresidenan Iran.

"Apa yang dicapai selama perundingan merupakan sebuah pencapaian besar," katanya, seraya menambahkan bahwa anggota dewan yang terlibat langsung dalam proses tersebut telah mempertahankan dengan tegas.

Pezeshkian menggambarkan kesepakatan terbaru itu sebagai sesuatu yang "terhormat dan bernilai", seraya menolak kritik bahwa Teheran telah memberikan konsesi.

"Mereka tidak dapat menemukan satu pun klausul dalam kesepakatan ini yang menunjukkan penyerahan diri, seluruh komitmen terkait dengan pihak lain," katanya.

Namun, Presiden Iran itu menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak berarti Teheran akan tunduk jika terjadi serangan lagi.

"Kami dalam keadaan apa pun tidak akan tunduk pada intimidasi," katanya. "Kami akan melawan mereka hingga hembusan napas terakhir dan memberikan respons yang sangat keras."

Pezeshkian mengatakan perang harus berakhir pada suatu saat dan menilai keadaan saat ini memberikan kesempatan yang tepat untuk mengakhirinya.

"Lebih baik mengakhiri perang hari ini, ketika kami berada dalam posisi kuat dan bermartabat," katanya, seraya menuduh Amerika Serikat telah melanggar aturan internasional dengan menyerang sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur Iran.

Ia mengatakan para komandan militer dan angkatan bersenjata Iran tetap sepenuhnya siap untuk mempertahankan negara, sambil menekankan pentingnya menjaga persatuan di dalam negeri.


Share: