Kedua negara mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap semakin canggih dan meluasnya operasi penipuan daring.
Canberra, Suarathailand- Xinhhua melaporkan Australia dan Thailand berjanji memberantas pusat-pusat penipuan dan jaringan kriminal setelah pertemuan antara perdana menteri kedua negara di Canberra.
PM Australia Anthony Albanese dan PM Thailand Anutin Charnvirakul yang sedang melakukan kunjungan resmi ke Australia, mengatakan dalam pernyataan bersama bahwa kedua negara telah sepakat untuk memperdalam kerja sama dalam mengatasi kejahatan transnasional.
Kedua pemimpin mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap semakin canggih dan meluasnya operasi penipuan daring, serta sepakat memperkuat kolaborasi antara lembaga penegak hukum, bea cukai, imigrasi dan intelijen keuangan kedua belah pihak guna memutus jaringan kriminal, aliran dana, dan rantai pasokan yang memfasilitasi penipuan berbasis siber serta perdagangan komoditas ilegal, termasuk narkotika dan tembakau ilegal.
Kedua pemimpin juga mengeluarkan pernyataan bersama mengenai pendalaman kerja sama ekonomi, dengan berkomitmen untuk mengejar peluang di sejumlah bidang, antara lain pertanian, pangan, energi bersih, layanan kesehatan dan sumber daya alam, guna memperluas perdagangan dan investasi dua arah.
Thailand merupakan mitra dagang terbesar ke-11 Australia pada 2025, dengan nilai perdagangan barang dan jasa dua arah sebesar 32,4 miliar dolar Australia.



