"...Semua harus mengecam mentalitas Washington yang saat ini mengancam akan memusnahkan bangsa-bangsa dan menghancurkan infrastruktur sipil."
Teheran, Suarathailand- Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengecam pengeboman atom AS terhadap Hiroshima dan Nagasaki, seraya memperingatkan bahwa pola pikir di balik kejahatan semacam itu masih ada di Washington hingga saat ini.
"Pada peringatan pengeboman atom AS terhadap Hiroshima dan Nagasaki—yang merupakan salah satu kejahatan terbesar terhadap kemanusiaan—mereka yang menolak kengerian tersebut juga harus mengecam mentalitas serupa di Washington yang saat ini mengancam akan memusnahkan bangsa-bangsa dan menghancurkan infrastruktur sipil," tulis Pezeshkian di platform X pada hari Sabtu.
Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki masing-masing pada tanggal 6 dan 9 Agustus 1945, yang menandai penggunaan senjata nuklir pertama dalam peperangan.
Menurut laporan yang dipublikasikan, sekitar 140.000 orang tewas di Hiroshima dan sekitar 74.000 orang di Nagasaki. Angka-angka tersebut mencakup orang-orang yang selamat dari ledakan awal namun kemudian meninggal akibat paparan radiasi.
"Jangan pernah terjadi lagi," tegas sang presiden, merujuk pada berbagai ancaman yang dilontarkan Presiden AS Donald Trump terhadap Iran—termasuk ancaman untuk mengembalikan Iran "ke Zaman Batu" dan pernyataan bahwa "seluruh peradaban akan musnah" akibat serangan AS dalam perang baru-baru ini.




