Indonesia Desak AS dan Iran Berpegang pada Kesepakatan Damai

“Sikap Indonesia tidak berubah. Kita ingin situasi di sana stabil lagi, perdamaian tercapai, dan serangan bisa segera terhenti,” kata Sugiono.


Jakarta, Suarathailand- Kantor Berita Antara melaporkan Indonesia mendesak supaya Amerika Serikat dan Iran terus berpegang pada nota kesepahaman (MoU) perdamaian yang diteken di Islamabad bulan lalu dan agar segera menghentikan permusuhan di Selat Hormuz.

“Ada MoU kemarin, kita berharap agar dokumen tersebut sama-sama bisa terus dihormati,” kata Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono kepada wartawan usai pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-6 Indonesia-Vietnam di Jakarta, Selasa.

Menteri Luar Negeri Indonesia menilai penting penghentian peperangan dan pemulihan perdamaian di kawasan Teluk, mengingat dinamika yang terjadi di sana akan secara langsung berdampak pada kehidupan masyarakat di Indonesia.

Sugiono pun menegaskan bahwa posisi Indonesia dalam menghadapi dinamika perang AS-Iran tidak akan berubah dalam memperjuangkan perdamaian dan pemulihan kestabilan kawasan.

“Sikap Indonesia tidak berubah. Kita ingin situasi di sana stabil lagi, perdamaian tercapai, dan serangan bisa segera terhenti,” kata Sugiono.

AS dan Iran kembali saling melancarkan serangan mulai 7 Juli menyusul perselisihan terkait lalu lintas kapal niaga di Selat Hormuz.

AS telah melancarkan serangkaian operasi serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset milik AS di beberapa titik di kawasan Teluk.

Serangan terbaru dilakukan Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Senin (13/7) dengan dalih melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Di hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengatakan pemerintahnya memberlakukan kembali kebijakan “blokade Iran”, serta mengusulkan pengenaan biaya sebesar 20 persen atas kargo yang melewati Selat Hormuz sebagai imbalan atas perlindungan AS di jalur air strategis tersebut.

"Kami memberlakukan kembali BLOKADE IRAN, yang dinamakan demikian karena hanya menghentikan kapal atau pelanggan Iran untuk masuk atau keluar. Semua negara lain akan memiliki penggunaan Selat yang adil dan terbuka," kata Trump melalui platform Truth Social.

Share: