Hari Kucing Internasional: Ada 4,3 Juta Kucing di Thailand, 5 Ras Kucing Diakui

Peringatan ini ditetapkan pada tahun 2002 oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) untuk meningkatkan kesadaran mengenai kucing dan kesejahteraannya.


Thailand, Suarathailand- Hari Kucing Internasional yang jatuh pada tanggal 8 Agustus menarik perhatian pada populasi kucing di Thailand. Menurut survei terbaru tercatat lebih dari 4,3 juta ekor kucing di seluruh negeri Thailand.

Demi meningkatkan kesejahteraan hewan, Bangkok telah menerapkan peraturan baru yang mewajibkan pendaftaran hewan peliharaan, pemasangan *microchip*, serta pembatasan jumlah kucing yang diperbolehkan per rumah tangga berdasarkan luas properti.

Sebagai bagian dari upaya pelestarian, lima ras kucing asli Thailand (Suphalak, Korat, Wichien Maat, Konja, dan Khao Manee) telah diakui secara resmi sebagai identitas nasional.

Peringatan ini ditetapkan pada tahun 2002 oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) untuk meningkatkan kesadaran mengenai kucing dan kesejahteraannya, termasuk masalah penelantaran hewan. Saat ini, International Cat Care bertindak sebagai pengampu dan koordinator Hari Kucing Internasional, yang terus diperingati setiap tahun pada tanggal 8 Agustus.

Beberapa negara juga memiliki hari kucing nasional tersendiri. Rusia memperingati Hari Kucing Nasional pada tanggal 1 Maret, sementara Amerika Serikat merayakan Hari Kucing Nasional pada tanggal 29 Oktober, di samping peringatan Hari Kucing Internasional.

Thailand Mencatat Lebih dari 4,3 Juta Kucing

Thailand memiliki populasi kucing sebanyak 4.306.843 ekor secara nasional menurut survei tahunan populasi anjing dan kucing yang dikutip oleh Pusat Komando Pengawasan Rabies (*Rabies Surveillance Command Centre*), dengan data yang diperbarui hingga bulan Agustus.

Sementara itu, Bangkok diperkirakan memiliki 89.269 ekor kucing liar atau kucing tanpa pemilik menurut statistik Departemen Pengembangan Peternakan yang dikutip dalam laporan tersebut. Jumlah kucing yang tinggal di rumah tangga dan kawasan perkotaan juga terus meningkat, dengan semakin banyaknya hewan yang sebelumnya hidup liar kini dipelihara di dalam rumah.

Bangkok menyediakan layanan pemasangan mikrocip, vaksinasi rabies, dan sterilisasi gratis bagi anjing dan kucing melalui delapan lokasi layanan veteriner miliknya.

Lima Ras Kucing Thailand Dapat Pengakuan Nasional

Kucing Thailand secara resmi ditetapkan sebagai identitas nasional dalam kategori hewan peliharaan setelah Kabinet menyetujui usulan tersebut pada bulan November 2025. Keputusan ini diambil menyusul rekomendasi dari Komite Identitas Nasional tertanggal 21 Maret 2025.

Pengakuan istimewa ini didasarkan pada studi sejarah dan genetika yang menyoroti penampilan serta karakteristik khas kucing Thailand, hubungan jangka panjangnya dengan masyarakat Thailand, serta keterkaitannya dengan kepercayaan, gaya hidup, pengetahuan tradisional, dan budaya negara tersebut.

Dokumen resmi mengidentifikasi lima ras asli Thailand yang masih ada: Suphalak, Korat, Wichien Maat, Konja, dan Khao Manee. Penetapan ini bertujuan untuk mendukung upaya pelestarian, penerapan standar ras yang umum, serta perlindungan hak Thailand atas ras kucing aslinya.

Memahami Perilaku Umum Kucing

Beberapa perilaku yang umum dijumpai dapat memberikan petunjuk mengenai cara kucing berinteraksi dengan lingkungannya.

Kucing sering mencari kotak atau ruang sempit karena tempat-tempat tersebut dapat memberikan rasa aman. Perilaku memijat dengan cakar depan adalah kebiasaan yang bermula sejak masa anak kucing, sedangkan menggosokkan kepala atau wajah ke tubuh manusia dapat berfungsi sebagai bentuk sapaan sekaligus cara untuk meninggalkan aroma tubuh.

Kucing juga umumnya gemar mencari tempat tinggi, mencakar perabotan dan benda lain, membawa pulang hasil buruan atau benda lain kepada pemiliknya, serta mengubur kotoran mereka. Perubahan pada perilaku yang biasanya ditunjukkan—termasuk buang air kecil di tempat yang tidak semestinya atau perubahan kebiasaan buang air—perlu dicermati lebih lanjut dan dikonsultasikan dengan dokter hewan jika kondisi tersebut terus berlanjut.

Makanan dan Zat yang Harus Dijauhkan dari Kucing

Beberapa makanan dan zat yang sebaiknya tidak diberikan pemilik kepada kucing peliharaannya antara lain parasetamol, cokelat, bawang bombay dan bawang putih, anggur dan kismis, telur mentah, kentang mentah serta sayuran mentah tertentu, tulang ikan maupun tulang lainnya, serta hati hewan dalam jumlah berlebihan.

Susu sapi dan produk olahan susu juga dapat menyebabkan masalah pencernaan pada kucing yang tidak toleran terhadap laktosa, sementara ikan mentah membawa risiko kontaminasi dan parasit.

Pemilik disarankan untuk memperhatikan perubahan perilaku dan pola makan kucing, serta berkonsultasi dengan dokter hewan jika muncul tanda-tanda penyakit atau perubahan perilaku yang menetap. TheNation

Share: