Paus Leo XIV sebelumnnya menyebut ancaman AS terhadap rakyat Iran tidak dapat diterima.
AS, Suarathailand- Dalam TruthSocial, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengecam Paus Leo XIV karena mengkritik tindakan AS di Iran dan mengatakan bahwa dia tidak memerlukan seorang paus yang menentang kebijakannya.
Paus Leo XIV sebelumnnya menyebut ancaman AS terhadap rakyat Iran tidak dapat diterima.
Menteri Pertahanan (Menhan) AS Pete Hegseth pada awal APril menyerukan doa bagi para tentara AS, Paus Leo mengatakan dalam sebuah homili bahwa keinginan untuk mendominasi sesuatu itu tidak sejalan dengan ajaran Yesus Kristus.
"Saya tidak ingin seorang Paus berpikir bahwa baik-baik saja jika Iran memiliki senjata nuklir. Saya tidak ingin seorang Paus menganggap Amerika mengerikan karena menyerang Venezuela, sebuah negara yang mengirimkan narkoba besar-besaran ke AS dan, yang lebih buruk lagi mengosongkan penjara mereka, termasuk mengirimkan para pembunuh, pengedar narkoba, dan penjahat, ke negara kami; dan saya tidak ingin ada seorang Paus yang mengkritik presiden Amerika Serikat, karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih (menjadi presiden) dengan kemenangan telak," kata Trump.
Dia juga menyatakan bahwa Paus Leo XIV tidak akan berada di Vatikan, jika Trump tidak berada di Gedung Putih. Trump juga meminta Paus untuk berhenti "menjilat" kelompok kiri radikal dan fokus saja menjadi Paus yang hebat, bukan politikus.




