Trump mengatakan hal yang tidak diinginkannya adalah perusahaan China memproduksi kendaraan dengan biaya murah di Meksiko kemudian mengirimkannya ke Amerika Serikat.
AS, Suarathailand- Presiden Donald Trump dalam wawancara televisi Fox News yang ditayangkan pada Jumat (11/9) menyatakan sebuah perusahaan otomotif China bisa memproduksi kendaraan listrik di Amerika Serikat dengan syarat mempekerjakan tenaga kerja Amerika.
Presiden Trump menegaskan perlunya melanjutkan kebijakan efektif untuk membatasi masuknya mobil China impor, tetapi ia menyampaikan bahwa jika China ingin masuk dan membuka pabrik untuk memproduksi mobil mereka di AS, dia tidak keberatan.
“Jepang melakukannya, tetapi mereka mempekerjakan tenaga kerja kami. Yang terpenting adalah mereka mempekerjakan tenaga kerja kami,” katanya.
Trump mengatakan hal yang tidak diinginkannya adalah perusahaan China memproduksi kendaraan dengan biaya murah di Meksiko kemudian mengirimkannya ke Amerika Serikat.
Pernyataan Trump disampaikan sekitar dua pekan sebelum rencana pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Washington, di tengah penolakan kuat dari produsen otomotif dan anggota parlemen AS terhadap pembukaan pasar Amerika bagi BYD Co., produsen kendaraan listrik terbesar China, serta perusahaan sejenis lainnya.
Sekitar tiga bulan lalu, Departemen Pertahanan AS memasukkan BYD dan sejumlah perusahaan China terkemuka lainnya ke dalam daftar panjang entitas yang diyakini bekerja sama dengan militer China.
Dalam wawancara tersebut, Trump kembali mengatakan bahwa ia memiliki hubungan yang sangat baik dengan Xi.
“Fakta bahwa kami dapat berhubungan baik merupakan hal yang baik. Kami sekarang memiliki hubungan yang sangat baik dengan China. Dulu kami memiliki hubungan yang tidak menyenangkan dengan China, tetapi sekarang kami memiliki hubungan yang baik dengan China,” katanya.



