Toko di Thailand Setop Penggunaan Kantong Plastik Mulai 2020

Berbagai toko ritel dan minimarket di Thailand menyatakan bakal berhenti menggunakan kantong plastik untuk konsumen mulai 2020.

Dikutip dari Reuters, Senin (30/9), Menteri Lingkungan Varawuth Silpa-archa menulis dalam akun Facebook miliknya bahwa berbagai perusahaan besar akan berhenti menyediakan kantong plastik sekali pakai, setelah mengikuti program yang diselenggarakan pemerintah.

Di antara berbagai perusahaan yang ikut serta di dalam program tersebut adalah CPALL Pcl, yang mengelola lebih dari 10 ribu gerai 7-Eleven di Thailand, dan perusahaan ritel terbesar, Central Group.

"43 toserba dan minimarket di seluruh negara telah bergabung dalam program untuk memberhentikan pemberian kantong plastik. Kenyamanan akan sedikit terganggu demi memperpanjang umur lingkungan," kata Varawuth.

Varawuth kemudian mengimbau masyarakat untuk beralih menggunakan produk lain pengganti plastik saat berbelanja, misalnya tas belanja yang terbuat dari kain.

Kebijakan tersebut disambut baik oleh organisasi pegiat lingkungan, Greenpeace.

"Ini adalah awal yang baik. Semoga ini bukan hanya latihan petugas humas saja. Tantangan dalam melakukan hal tersebut adalah bagaimana mengukur perkembangan, dan memastikan ukuran tersebut efektif dalam melarang penggunaan kantong plastik," ujar direktur Greenpeace Thailand, Tara Buakamsri.

Greenpeace melaporkan bahwa penggunaan sebanyak 75 miliar kantong plastik di Thailand berakhir di tempat sampah. Setengahnya berasal dari berbagai pusat perbelanjaan, supermarket, dan minimarket, sedangkan sisanya berasal dari pasar tradisional dan pedagang kaki lima.

Kantong-kantong plastik tersebut merupakan bagian dari dua juta ton sampah plastik yang diproduksi masyarakat Thailand setiap tahunnya.(cnnind/reuters)

Share: