Perdana Menteri Thailand menyaksikan pertunjukan pencak silat Melayu, seni bela diri tradisional yang tersebar luas di kalangan umat Islam.
Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin, mengunjungi Museum Alquran dan Warisan Budaya Islam yang terletak di Chicken Endowment Hut, Yi Ngo, Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan, pada 29 Februari 2024.
Kedatangan Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin, disambut Ketua Pondok yang juga pengelola museum Al-Quran terbesar di Asia Tenggara, Ustaz Muhammad Lutfi Haji Seman, serta Gubernur wilayah Pattani, Narathiwat, dan Yala.

Perdana Menteri kali pertama ini mengunjungi museum yang menyimpan puluhan salinan Alquran yang berusia hingga 1.500 tahun. Perdana Menteri Thailand, Srettha Thavisin, hadir di museum ini selama dua jam.
Perdana Menteri Srettha Thavisin juga mengunjungi booth pameran, selain membeli tiga tas anyaman buatan masyarakat lokal di provinsi Narathiwat yang akan segera ia bawa dalam promosi pariwisata di Perancis.

Pada saat yang sama, Perdana Menteri juga menyaksikan demonstrasi melukis pada replika perahu, sebelum mengikuti percobaan penggunaan kuas untuk mengecat perahu dan replikanya.
Selain itu, Perdana Menteri juga menyaksikan pertunjukan pencak silat Melayu. Ini adalah seni bela diri tradisional yang tersebar luas di kalangan umat Islam. Pencak silat dianggap sebagai seni bela diri bagi masyarakat Melayu.

Perdana Menteri Srettha Thavisin juga bertemu dengan Komite Islam Provinsi Narathiwat. Doa pun dibacakan agar Perdana Menteri diberikan kesehatan yang baik dan segala sesuatunya dapat tercapai. Selain itu, doa juga dimohon agar wilayah yang berbatasan dengan Malaysia tetap damai.





