Kota kembar untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, meningkatkan taraf hidup masyarakat di Selatan Thailand,
Wakil Perdana Menteri Thailand Somsak Thepsutin menginstruksikan Pusat Administrasi Provinsi Perbatasan Selatan (SBPAC), Kementerian Dalam Negeri, dan lembaga terkait lainnya di wilayah Selatan untuk mempercepat pembangunan kota kembar yang berbatasan dengan Malaysia.
Komite Strategi Pembangunan Provinsi Perbatasan Selatan, dalam pertemuannya pada tanggal 23 November 2023, menyetujui kerangka kerja untuk meningkatkan pengembangan kota kembar lintas batas antara provinsi perbatasan selatan yang berbatasan dengan negara bagian utara Malaysia.
Kebijakan kota kembar ini bertujuan untuk mendorong pembangunan berkelanjutan, meningkatkan kondisi kehidupan masyarakat lokal di wilayah Selatan, mengurangi masalah kerusuhan, dan menciptakan jaringan kerja sama antara sektor publik, swasta, dan masyarakat kedua negara.
Proyek Kota Kembar ini rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2024 hingga 2027.
Proyek berdurasi empat tahun ini rencananya akan dilaksanakan pada tahun 2024 hingga 2027. Proyek ini melibatkan kerja sama di semua bidang, terutama perdagangan, investasi, pariwisata, logistik, industri halal, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pengembangan teknologi, serta pencegahan dan pengendalian narkoba.
Pengembangan kota kembar lintas batas juga akan memfasilitasi transportasi barang dan meningkatkan pariwisata antara Thailand dan Malaysia. SBPAC mengusulkan pengembangan kota kembar sebagai model pembangunan ekonomi dan sosial di provinsi perbatasan selatan.
SBPAC mengusulkan pengembangan kota kembar sebagai model pembangunan ekonomi dan sosial di provinsi perbatasan selatan.
Warga Malaysia memimpin daftar pengunjung internasional ke Thailand pada tahun 2023, dengan 4,56 juta pengunjung.
Untuk meningkatkan kunjungan turis Malaysia, Pemerintah Thailand sementara menangguhkan T.M. 6 formulir imigrasi bagi wisatawan asing yang masuk ke Thailand di pos pemeriksaan Bea Cukai, Imigrasi, dan Karantina (CIQ) Sadao, mulai 1 November 2023 hingga 30 April 2024, untuk memudahkan masuknya wisatawan Malaysia ke Thailand.
Hasilnya, sejak dimulainya kebijakan ini, jumlah wisatawan Malaysia meningkat secara signifikan di pos pemeriksaan Sadao di provinsi perbatasan selatan Songkhla.




