Thailand Darurat Penipuan Online, Ada 79 Juta Kasus pada 2023

Thailand telah bekukan lebih dari 96,300 rekening bank karena aktivitas penipuan.


> Rata-rata 20,3 pesan penipuan diterima oleh hampir setiap orang Thailand pada 2023

> Polisi Thailand terima 400 riu lebih pengaduan penipuan 1 Maret 2022-15 Maret 2024.


Kementerian Ekonomi Digital dan Masyarakat sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 96,300 rekening bank telah dibekukan karena aktivitas penipuan

Jumlah penawaran penipuan melalui panggilan telepon dan SMS telah meningkat sebanyak 79 juta panggilan pada tahun 2023.

Mengutip informasi penyedia layanan identifikasi panggilan Whoscall, Dr Pongthep Wongwatcharapaiboon dari Thai Health Promotion Foundation (ThaiHealth) mengatakan tahun 2023 mencatat jumlah panggilan penipuan tertinggi.

“Rata-rata, 20,3 pesan penipuan diterima oleh hampir setiap orang Thailand pada 2023, meningkat 18% dibandingkan tahun 2022,” katanya. Setelah Thailand, panggilan telepon palsu banyak terjadi di Filipina dan Hong Kong.

Pongthep mengatakan pihalnya menggelar sejumlah acara untuk meningkatkan kesadaran tentang informasi yang salah dan penipuan dan memberikan orang kemampuan untuk mengidentifikasi sendiri informasi palsu atau penipuan internet.

“Semua orang bisa menjadi pemeriksa fakta,” katanya.

Supinya Klandnarong, salah satu pendiri CoFact, mengatakan polisi telah menerima lebih dari 400.000 pengaduan terkait penipuan sejak 1 Maret 2022 hingga 15 Maret tahun ini.

Pemerintah telah mengambil tindakan untuk memerangi penipuan dengan mendirikan Pusat Operasi Anti-Penipuan Online dan hotline AOC 1441.

Kementerian Ekonomi Digital dan Masyarakat sebelumnya melaporkan bahwa lebih dari 96,300 rekening bank telah dibekukan karena aktivitas penipuan sebagai tanggapan atas 504,917 pengaduan yang diajukan melalui AOC 1441.

 Baru-baru ini, para penipu menyamar sebagai pejabat dan menipu orang-orang melalui akun media sosial palsu yang dibuat atas nama pejabat.

Share: