Setidaknya tiga kapal dagang ditembaki di Selat Hormuz hanya beberapa jam setelah Trump mengatakan AS akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran.
Hormuz, Suarathailand- Ketegangan di Timur Tengah kembali memanas pada hari Selasa setelah setidaknya tiga kapal dagang ditembaki di Selat Hormuz, hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington akan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran untuk memberikan lebih banyak waktu untuk pembicaraan.
Reuters melaporkan insiden tersebut dikonfirmasi oleh sumber keamanan maritim dan Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO), yang menggarisbawahi betapa rapuhnya situasi tersebut meskipun ada langkah diplomatik.
Menurut Reuters, sebuah kapal berbendera Liberia terkena tembakan di timur laut Oman setelah kaptennya melaporkan bahwa sebuah kapal perang Korps Garda Revolusi Iran mendekat dan melepaskan tembakan.
Anjungan kapal rusak, dan granat berpeluncur roket juga dilaporkan dalam serangan itu, tetapi semua awak kapal selamat dan tidak ada kerusakan lingkungan.
Kapal kedua, sebuah kapal kontainer berbendera Panama, juga diserang sekitar delapan mil laut di sebelah barat Iran, meskipun tidak ada kerusakan yang dilaporkan.
Reuters mengatakan sebuah kapal ketiga berbendera Liberia yang sedang berlayar keluar di area yang sama juga menjadi sasaran, tetapi kapal itu juga lolos tanpa kerusakan dan awaknya tidak terluka.
Serangan-serangan itu terjadi tak lama setelah Trump mengumumkan bahwa gencatan senjata dengan Iran akan tetap berlaku sampai Teheran mengajukan proposal dan diskusi selesai.
Trump mengatakan perpanjangan itu dimaksudkan untuk menjaga diplomasi tetap hidup, meskipun masih belum jelas apakah Iran telah menyetujui langkah tersebut.
Ketidakpastian itu telah memperdalam perasaan bahwa gencatan senjata tetap sangat tidak stabil. Tidak ada komentar langsung dari para pemimpin senior Iran setelah pengumuman Trump, sementara Kantor Berita Tasnim, yang berafiliasi dengan Garda Revolusi Iran, mengatakan Iran belum meminta perpanjangan gencatan senjata. Seorang penasihat negosiator utama Iran juga menolak langkah Trump sebagai langkah yang tidak memiliki bobot yang berarti.



