"Jika angkatan laut [Iran] benar-benar telah hancur sebagaimana diklaim Trump, musuh pasti sudah mendekati pantai Iran, namun mereka tidak berani melakukannya."
Teheran, Suarathailand- Farsnews melaporkan Juru bicara Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, menepis klaim Presiden AS Donald Trump bahwa militer negara itu telah melemah atau hancur.
Akraminia menegaskan bahwa kapal-kapal Amerika tetap menjaga jarak dari pantai Iran karena kekuatan unit angkatan laut Republik Islam tersebut.
"Kapal-kapal AS tidak pernah dan tidak diizinkan untuk mendekati pantai kami," ujar Akraminia, seraya menambahkan bahwa fakta kapal-kapal Amerika saat ini beroperasi sangat jauh dari garis pantai Iran membuktikan kekuatan militer negara tersebut.
"Jika angkatan laut [Iran] benar-benar telah hancur sebagaimana diklaim [Presiden AS Donald] Trump, musuh pasti sudah mendekati pantai, namun mereka tidak berani melakukannya," tegas juru bicara militer tersebut.
Pernyataan ini disampaikan sebagai tanggapan atas klaim berulang Trump mengenai kehancuran kekuatan militer Iran.
AS dan rezim Israel melancarkan perang melawan Iran pada akhir Februari, dengan melakukan pembunuhan terhadap sejumlah pejabat tinggi Iran.
Sebagai tanggapan, Angkatan Bersenjata Iran menghancurkan aset militer AS dan Israel di seluruh kawasan, yang memaksa mereka menyepakati gencatan senjata setelah 40 hari.
Gambaran yang disampaikan pemerintahan Trump kepada publik mengenai militer Iran yang hancur sangat bertolak belakang dengan informasi yang disampaikan badan intelijen AS kepada para pembuat kebijakan dalam pertemuan tertutup.
Brigadir Jenderal Akraminia juga mencatat bahwa kekuatan angkatan laut Iran tetap dikerahkan di wilayah Laut Oman, Laut Arab, dan Samudra Hindia bagian utara, tempat mereka terus mempertahankan kendali.




