Dari 23 negara yang memiliki data terkini mengenai tunawisma, 17 negara mencatat adanya peningkatan jumlah. Irlandia mencatat peningkatan jangka panjang paling tajam.
Eropa, Suarathailand- Menurut laporan yang diterbitkan pada hari Selasa, sekitar 170.000 lansia (orang lanjut usia) mengalami kondisi tunawisma di seluruh Eropa, sementara total populasi tunawisma di benua tersebut meningkat hingga diperkirakan mencapai 1,4 juta jiwa.
Laporan tahunan ke-11 mengenai pengucilan akses perumahan yang disusun oleh European Federation of National Organisations Working with the Homeless (FEANTSA) dan Fondation pour le Logement memperingatkan bahwa jumlah tunawisma di kalangan lansia masih jauh dari angka sebenarnya (kurang terdata), demikian dilaporkan kantor berita Anadolu.
Laporan tersebut memperkirakan bahwa 166.261 orang berusia 65 tahun ke atas hidup di jalanan, tinggal di tempat penampungan darurat, atau menggunakan layanan bagi tunawisma; angka ini dibulatkan menjadi sekitar 170.000.
Disebutkan pula bahwa angka sebenarnya kemungkinan lebih tinggi karena data mengenai tunawisma lansia masih belum lengkap dan sangat bervariasi antarnegara.
Di seluruh Eropa, laporan tersebut memperkirakan terdapat sekitar 1,4 juta tunawisma, termasuk mereka yang tidur di tempat terbuka (jalanan), tinggal di penampungan darurat, atau menggunakan layanan khusus bagi tunawisma.
Dari 23 negara yang memiliki data terkini mengenai tunawisma, 17 negara mencatat adanya peningkatan jumlah. Irlandia mencatat peningkatan jangka panjang paling tajam di antara negara-negara dengan data yang sebanding, di mana populasi tunawisma melonjak 367% dari 3.738 orang pada tahun 2014 menjadi 17.447 orang pada tahun 2026.
Portugal mencatat kenaikan sebesar 228%, dari 4.414 tunawisma pada tahun 2017 menjadi 14.476 pada tahun 2024, sementara Prancis mengalami kenaikan 187%, dari 110.894 pada tahun 2009 menjadi 318.185 pada tahun 2024.
Finlandia adalah salah satu dari sedikit negara yang mencatat penurunan jangka panjang; jumlah tunawisma turun dari 17.958 orang pada tahun 1987 menjadi 3.429 orang pada tahun 2023. Namun, angka tersebut naik 34% antara tahun 2023 dan 2025.
Laporan tersebut memperingatkan bahwa ketidakamanan hunian di kalangan lansia tidak hanya mencakup tunawisma, tetapi juga mereka yang tinggal di hunian tidak layak, menghadapi ancaman penggusuran atau kemiskinan energi, serta kesulitan mempertahankan tempat tinggal yang biayanya tidak lagi terjangkau oleh mereka.
Proporsi lansia dalam populasi tunawisma juga sangat bervariasi antarnegara.
Di Polandia, tercatat 10.084 orang berusia 60 tahun ke atas sebagai tunawisma pada tahun 2024, yang mencakup hampir sepertiga dari total populasi tunawisma di negara tersebut.
Portugal mencatat 977 tunawisma berusia 65 tahun ke atas pada tahun 2024, naik 145% dari 396 orang pada tahun 2018.
Laporan tersebut mengingatkan bahwa angka nasional tidak dapat dibandingkan secara langsung karena setiap negara menggunakan definisi, batasan usia, dan metode pengukuran tunawisma yang berbeda-beda.
Estimasi tingkat tunawisma di kalangan lansia untuk seluruh Eropa ini didasarkan pada data dari sembilan negara yang mencakup 105.446 orang, kemudian diekstrapolasi menggunakan tingkat rata-rata pada populasi berusia 65 tahun ke atas.
Beberapa negara tidak memasukkan lansia ke dalam statistik resmi tunawisma. Di Belanda, misalnya, angka statistik nasional tidak mencakup orang berusia di atas 64 tahun.
Sebuah pendataan terpisah yang dilakukan di 57 wilayah administratif (munisipalitas) pada tahun 2025 mencatat adanya 28.721 tunawisma, termasuk 6% yang berusia 60 hingga 69 tahun dan sedikit lebih dari 1% yang berusia 70 tahun ke atas.
Laporan tersebut mengaitkan ketidakpastian tempat tinggal di masa tua dengan penurunan pendapatan setelah pensiun serta hilangnya pasangan hidup, dan menyebutkan bahwa perempuan bisa menjadi kelompok yang sangat rentan karena rata-rata uang pensiun mereka lebih rendah dibandingkan laki-laki di Uni Eropa.
Dampak dari kondisi tunawisma juga bisa sangat serius terhadap angka harapan hidup.
Di Prancis, setidaknya 735 tunawisma meninggal dunia pada tahun 2023 dengan usia rata-rata 49 tahun—sekitar 30 tahun lebih muda dibandingkan populasi umum.



