Tak Mau Seperti Eropa, Pemerintah Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Akhir Tahun

Pemerintah sedang mengkaji berbagai usulan kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengkhawatirkan naiknya kasus positif Covid-19 di sejumlah negara Eropa. Kenaikan infeksi Covid-19 seiring pelonggaran yang sudah dilakukan sejumlah negara eropa.

Untuk mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 seperti di eropa, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan agar kasus Covid-19 pada akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 tidak naik. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate mengatakan pemerintah tengah mengkaji berbagai usulan kebijakan untuk mengantisipasi lonjakan kasus covid-19 pada saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Kebijakan ini untuk melindungi masyarakat dari ancaman gelombang ketiga covid-19.
 
"Pandemi covid-19 belum sepenuhnya hilang. Pemerintah mengkaji berbagai usulan kebijakan untuk menghadapi hari Natal dan Tahun Baru 2022," kata Johnny, Sabtu, (6/112021)
 
Johnny menegaskan aturan yang dikeluarkan untuk melindungi masyarakat dari paparan covid-19. Libur akhir tahun berpotensi meningkatkan mobilitas penduduk yang berisiko membawa gelombang baru covid-19.

"Ini bisa berdampak buruk. Oleh karena itu, beberapa skenario telah disiapkan pemerintah," ujarnya.
 
Johnny menyebut Satuan Tugas Penanganan Covid-19 meminta semua tempat wisata dibuka terbatas dan membuat satgas protokol kesehatan.

"Hal lainnya masih dalam pengkajian bersama kementerian dan lembaga terkait," ucap dia.

Pemerintah terus mengingatkan pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan, khususnya di gereja pada saat perayaan Natal. 

Pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi akan lebih dimaksimalkan di tempat-tempat umum untuk pengawasan dan tracing pada masyarakat. (antara, medcom)
 

Share: