Survei Ungkap Netanyahu Kalah dari Eisenkot dari Bursa Calon PM Israel

Survei dilakukan Lazar Research dan Panel4All pada 16-17 September terhadap 4.089 responden, dengan margin kesalahan maksimum empat poin persentase.


Israel, Suarathailand- Anadolu melaporkn Sebanyak 48 persen warga Israel lebih memilih pemimpin Partai Yashar Gadi Eisenkot sebagai perdana menteri dibandingkan Benjamin Netanyahu yang hanya mendapat 40 persen, demikian hasil jajak pendapat yang dirilis Jumat.

Jajak pendapat yang diterbitkan harian Israel Maariv itu menunjukkan Eisenkot unggul dalam simulasi pilihan langsung untuk posisi perdana menteri jika pemilihan Knesset digelar saat ini.

Eks Perdana Menteri Naftali Bennett juga unggul atas Netanyahu dengan perolehan 44 persen berbanding 41 persen. Sementara itu, Netanyahu unggul atas Avigdor Lieberman dengan 42 persen berbanding 38 persen.

Survei tersebut dilakukan Lazar Research dan Panel4All pada 16-17 September terhadap 4.089 responden, dengan margin kesalahan maksimum empat poin persentase.

Hhasil survei mengungkap koalisi pemerintahan Netanyahu diproyeksikan memperoleh 50 kursi jika pemilu Knesset digelar saat ini, sedangkan blok oposisi diperkirakan meraih 54 kursi.

Sementara partai-partai Arab diproyeksikan memperoleh 12 kursi, sedangkan Partai Reservists-Economic mendapat empat kursi. Jumlah tersebut mencapai 120 kursi di Knesset.

Survei tersebut juga melaporkan bahwa Partai Yashar pimpinan Eisenkot tetap menjadi partai dengan perolehan kursi terbesar, yakni 23 kursi. Sementara Likud yang dipimpin Netanyahu diproyeksikan memperoleh 18 kursi.

Menurut survei tersebut, sebanyak 38 daftar calon telah terdaftar untuk mengikuti pemilihan Knesset mendatang. Sebanyak 13 daftar diproyeksikan melewati ambang batas pemilu dan masuk parlemen.

Pembentukan pemerintahan Israel membutuhkan dukungan sedikitnya 61 anggota dari total 120 kursi Knesset.

Jajak pendapat tersebut dirilis beberapa pekan sebelum pemilihan umum Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober.

Netanyahu memimpin pemerintahan Israel saat ini sejak akhir Desember 2022.

Netanyahu menghadapi dakwaan korupsi. Mahkamah Pidana Internasional juga telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya terkait dugaan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Jalur Gaza.


Share: