Proyek strategis itu bertujuan meningkatkan proyeksi kekuatan dan kemampuan operasional bagi Pacific Air Forces.
AS, Suarathailand- RIA Novosti melaporkan Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) berupaya mendapatkan total pendanaan hampir 7 miliar dolar AS (sekitar Rp121,59 triliun) untuk pembangunan kompleks besar pesawat tempur baru di Joint Base Elmendorf-Richardson, Alaska.
Proyek strategis itu bertujuan meningkatkan proyeksi kekuatan dan kemampuan operasional bagi Pacific Air Forces.
Proyek Fighter Town Recapitalization ini merupakan program baru dalam tahun anggaran 2027. Angkatan Udara AS mengajukan alokasi awal sebesar 2,066 miliar dolar AS (sekitar Rp 35 kuadriliun) untuk memulai pembangunan yang diperkirakan berlanjut hingga Desember 2035.
Investasi besar-besaran ini didorong oleh kebutuhan untuk menyesuaikan fasilitas pangkalan dengan tuntutan Strategi Pertahanan Nasional AS.
Pentagon menyebut fasilitas lapangan udara saat ini tidak mampu mendukung peningkatan operasi pesawat tempur, sehingga diperlukan pembangunan kompleks pangkalan udara baru secara komprehensif yang mencakup hanggar perawatan, kompleks amunisi konvensional, serta asrama untuk 320 personel guna mengatasi kekurangan perumahan di pangkalan.
Proyek ini masih berada pada tahap awal, dengan Angkatan Udara AS baru memulai proses desain dan proposal pada Maret 2026. Konstruksi dijadwalkan mulai pada Desember 2027.
Kompleks pesawat tempur itu merupakan bagian terbesar dari ekspansi yang lebih luas di pangkalan tersebut.
Selain itu, Angkatan Udara AS juga mengajukan 42 juta dolar AS (sekitar Rp 729,5 miliar) dalam tahun anggaran 2027 sebagai bagian dari proyek terpisah senilai 355 juta dolar AS (sekitar Rp 6,2 triliun) untuk membangun Pusat Uji dan Pelatihan Terpadu Bersama, fasilitas simulator canggih yang dirancang untuk melatih pilot menghadapi pertempuran modern dengan mensimulasikan berbagai ancaman lintas domain dalam lingkungan virtual.



