Agresi Israel-AS ke kampus Iran membuktikan permusuhan rezim Washington dan Tel Aviv terhadap perkembangan ilmiah Iran.
Teheran, Suarathailand- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras serangan AS-Israel terhadap universitas-universitas Iran, dengan mengatakan bahwa tindakan agresi tersebut jelas membuktikan permusuhan rezim Washington dan Tel Aviv terhadap perkembangan ilmiah Iran.
“Penargetan universitas dan pusat-pusat ilmiah bukanlah hal yang lazim dalam konflik bersenjata apa pun, kecuali jika musuh mencapai tingkat keputusasaan yang keliru percaya bahwa mereka dapat menghambat aliran dinamis ilmu pengetahuan dan industri dengan menghancurkan fasilitas ilmiah secara fisik,” tulis Esmaeil Baghaei.
Catatan itu muncul sebagai tanggapan terhadap pemboman AS-Israel terhadap Universitas Teknologi Isfahan pada hari Rabu dan serangan terhadap Universitas Sains dan Teknologi Teheran pada hari Jumat.
Diplomat senior Iran itu mencatat bahwa meskipun penargetan universitas sangat disayangkan dan menunjukkan sifat jahat para penyerang dan permusuhan mereka terhadap kemajuan ilmiah bangsa Iran, hal itu merupakan sebuah kehormatan bagi pusat-pusat ilmiah dan penelitian Republik Islam.
“Musuh menargetkan tempat-tempat di mana mereka telah mengalami pukulan keras. Tidak ada serangan yang lebih menyakitkan daripada melihat ilmu pengetahuan dan teknologi berakar pada kemampuan dalam negeri generasi muda Iran, yang telah mencapai titik di mana Iran sekarang lebih bergantung pada kapasitasnya sendiri daripada negara asing mana pun,” kata Baghaei.
Ia menekankan bahwa langkah terbaru musuh tidak akan membuahkan hasil, seperti halnya teknologi putus asa mereka sebelumnya.
Juru bicara itu mengatakan bahwa ilmu pengetahuan dan teknologi bukanlah komoditas impor ke negara itu dan tidak berasal dari batu bata dan besi.
“Ia lebih merupakan unsur-unsur yang tahan lama dan berkembang dari peradaban kuno, yang memberikan pencapaian dan inovasinya kepada masyarakat internasional secara ramah dan penuh hormat,” tulis Baghaei juga.
Pada hari Sabtu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan universitas-universitas rezim pendudukan Israel dan Amerika Serikat di kawasan Asia Barat adalah target yang sah bagi Iran setelah kedua rezim teroris tersebut menyerang universitas-universitas Iran.




