Iran memperingatkan bahwa setiap upaya serangan darat oleh AS akan mendapat respons “tegas” dari Iran.
Teheran, Suarathailand- Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf menuduh Amerika Serikat (AS) tengah menyiapkan strategi diplomasi untuk mencapai tujuan perang yang tidak berhasil diraih melalui operasi militer.
Dalam pernyataannya di Telegram pada Minggu, 29 Maret 2026, Qalibaf menyebut AS “secara terbuka menyerukan negosiasi, namun diam-diam merencanakan serangan darat.”
Ia juga memperingatkan bahwa setiap upaya serangan darat oleh AS akan mendapat respons “tegas” dari Iran.
“Rakyat Iran siap menghadapi operasi darat apa pun, dan akan memberikan respons yang menentukan,” ujar Qalibaf, dikutip dari Anadolu Agency.
Qalibaf menilai Washington kini berupaya mencapai targetnya melalui rencana 15 poin yang sebelumnya tidak tercapai lewat jalur militer.
Sebelumnya pada Rabu lalu, Iran telah menolak proposal 15 poin dari AS untuk mengakhiri konflik, dengan menegaskan bahwa gencatan senjata hanya akan dilakukan sesuai syarat dan waktu yang ditentukan Teheran.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa pihaknya mengajukan lima syarat untuk mengakhiri konflik, termasuk penghentian penuh terhadap “agresi dan pembunuhan.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah laporan mengenai kemungkinan rencana operasi darat AS di Iran, seiring pengerahan ribuan pasukan ke kawasan Timur Tengah.
Ketegangan meningkat sejak serangan udara AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan berupa drone dan rudal ke Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.
Eskalasi tersebut juga berdampak pada gangguan pasar global dan sektor penerbangan internasional.



