Satgas Covid IDI Catat Kasus Positif Covid-19 Naik 36 Kali Lipat Sejak 3 Mei 2022

Indikator kedua adalah kasus aktif: naik 17 kali lipat dari 2.871 kasus pada tanggal 30 Mei 2022 menjadi 50.500 kasus aktif.

Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Erlina Burhan, menyatakan saat ini terdapat 2 indikator pandemi Covid-19 di Indonesia. 

Indikator Pertama adalah kasus positif yang naik 36 kali lipat dari 107 kasus pada tanggal 3 Mei 2022 menjadi 3.949 kasus positif.

Indikator kedua adalah kasus aktif: naik 17 kali lipat dari 2.871 kasus pada tanggal 30 Mei 2022 menjadi 50.500 kasus aktif.

"Pola kenaikan kasus yang terjadi sejak bulan Juni 2022 tidak diikuti dengan peningkatan respons tracing-testing. Hal ini dapat dilihat dari pola tracing yang tampak stagnan serta adanya penurunan testing sejak akhir Juli 2022," kata Erlina dalam Konferensi Pers secara daring, Jumat (26/8/2022).

"Hal ini mengakibatkan positivity rate (rasio kasus positif dengan jumlah pemeriksaan) meningkat menjadi 11,7 persen pada pekan ke-3 bulan Agustus 2022. Kita tahu rekomendasi WHO positivity rate kurang atau sama dengan 5 persen," jelas Erlina.

Erlina meminta masyarakat tetap waspada dan menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Karena, meskipun nanti sudah masuk ke masa endemi bukan berarti nihil kasus Covid-19.

Erlina meminta massyarakat tidak menganggap bila sudah endemi artinya sudah selesai. Penyakit tetap ada tapi penyebaran terkendali dan semua perlu kerja sama dan kita harus siap-siap hidup berdampingan dengan Covid-19.

Cara mengendalikannya  dengan disuntik vaksin Covid-19 sampai dosis ketiga atau booster serta patuh prokes dan hidup sehat.


Share: