Moskow mengatakan penempatan peluncur Typhon di wilayah Jepang tidak dapat diterima dengan alasan apa pun dan menuntut agar peluncur tersebut disingkirkan dari wilayah Jepang.
Moskow, Suarathailand- Xinhua melaporkan Rusia menuntut agar Jepang menarik sistem Typhon buatan AS dari wilayahnya, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada hari Jumat (18/9).
"Nota protes telah disampaikan kepada pihak Jepang di Moskow dan Tokyo terkait penempatan sistem Typhon berbasis darat milik AS, yang dirancang untuk meluncurkan rudal jarak menengah dan jarak lebih pendek, di Pulau Kyushu," kata Zakharova dalam sebuah pernyataan.
Dia mengatakan bahwa penempatan peluncur Typhon di wilayah Jepang tidak dapat diterima dengan alasan apa pun dan menuntut agar peluncur tersebut disingkirkan dari wilayah Jepang.
Zakharova juga menekankan bahwa Jepang harus mengakui sepenuhnya hasil Perang Dunia II, termasuk aspek-aspek teritorial yang berkaitan dengan bagian selatan Kepulauan Kuril, serta menghentikan kebijakan remiliterisasinya.
Pada 1 September, Zakharova mengatakan dalam sebuah taklimat di sela-sela Forum Ekonomi Timur di Vladivostok bahwa Kedutaan Besar Jepang telah diberi tahu secara jelas bahwa penempatan persenjataan jenis ini di wilayah Jepang, bahkan dengan dalih latihan militer, "sama sekali tidak dapat diterima karena menimbulkan ancaman terhadap keamanan Rusia."



