Rumah Sakit Thailand Pakai Minyak Ganja Obati 450 Pecandu Narkoba

Resep minyak ganja yang digunakan disebut Karun Osoth. 


> Minyak ini membantu pecandu narkoba mengatasi keinginan pada narkoba.

> Minyak ini juga bisa mengurangi gejala sulit tidur dan nyeri otot.

> Proyek percontohan ini dilaksanakan oleh tiga rumah sakit Thailand.

 

Dr Thewan Thanirat, wakil direktur jenderal Departemen Pengobatan Tradisional dan Alternatif Thailand (DTAM) mengatakan tiga rumah sakit di Thailand mulai menggunakan minyak ganja dengan kadar tinggi untuk mengobati pecandu narkoba.

Thewan  mengatakan resep minyak ganja yang digunakan oleh departemennya disebut Karun Osoth dan merupakan campuran minyak kelapa dan cannabidiol (CBD) dengan perbandingan 10 miligram CBD per mililiter minyak kelapa.

Resep ini membantu pecandu narkoba mengatasi keinginan mereka terhadap narkoba dan mengurangi gejala putus obat, seperti sulit tidur dan nyeri otot.

CBD atau cannabidiol adalah senyawa penting yang ditemukan di tanaman ganja dan rami. Berbeda dengan THC (tetrahydrocannabinol), senyawa psikoaktif utama dalam ganja, CBD tidak menimbulkan sensasi mabuk.

Thewan mengatakan DTAM telah mulai menggunakan minyak ganja Karun Osoth untuk mengobati pecandu narkoba dalam proyek percontohan yang dilaksanakan oleh tiga rumah sakit: Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Thailand Bangkok dengan 278 pecandu narkoba yang dirawat.

Lalu Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Thailand Udon Thani (196 pecandu narkoba dirawat); dan Rumah Sakit Pengobatan Tradisional Phatthalung Thai (76 pecandu narkoba dirawat).

Preecha Nuthim, direktur Pengobatan Tradisional Thailand Bangkok mengatakan ramuan lain juga bisa digunakan untuk mengobati pecandu rokok. Misalnya, sedikit ironweed dapat digunakan untuk mengurangi keinginan akan nikotin.

Share: