Rakyat Thailand Berduka Putri Meninggal Setelah Koma Tiga Tahun

Para pelayat memadati rumah sakit untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang putri Kerajaan Thailand.


Bangkok, Suarathailand- Masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat berkumpul di Rumah Sakit Memorial Chulalongkorn di distrik Pathum Wan, Bangkok, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Yang Mulia Putri Bajarakitiyabha Narendiradebyavati setelah pengumuman wafatnya pada hari Jumat.

Bangkok Post melaporkan Suasana di rumah sakit, tempat sang putri dirawat, dipenuhi kesedihan setelah berita tersebut diumumkan pada Jumat pagi, dengan banyak pelayat mengenakan pakaian hitam dan memegang foto putri tercinta mereka, dengan air mata di mata mereka. Jenazah putri akan dibawa ke Balai Singgasana Phiman Rattaya di Istana Besar untuk upacara pemakaman kerajaan.

Putri Bajarakitiyabha meninggal dunia pada pukul 19.48 pada hari Kamis, pada usia 47 tahun, menurut Biro Rumah Tangga Kerajaan. Ia dirawat di rumah sakit sejak 15 Desember 2022, setelah pingsan karena kondisi terkait jantung di distrik Pak Chong di provinsi Nakhon Ratchasima, sehari sebelumnya.

Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri Anutin Charvirakul mengadakan rapat kabinet darurat untuk mempersiapkan instruksi dari istana menyusul pengumuman wafatnya, dengan bendera Thailand di Gedung Pemerintah dikibarkan setengah tiang.

Berduka

Di Rumah Sakit Chulalongkorn, para pelayat berkumpul pada hari Jumat untuk memberikan penghormatan terakhir.

"Ketika saya mendengar pengumuman itu, saya sangat sedih," kata Thanyaporn Arammekha, seorang pensiunan berusia 66 tahun yang matanya bengkak karena menangis.

"Saya mencintai monarki karena orang tua saya bercerai ketika saya masih sangat muda. Raja Rama IX seperti figur ayah bagi saya," katanya, merujuk pada mantan raja, Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej Agung.

Ia mengatakan bahwa ia telah mengunjungi rumah sakit secara teratur selama sang putri dirawat dan bergegas ke sana segera setelah mendengar berita tersebut.

Kanokpan Chantarapetch, 67, seorang pensiunan pejabat provinsi, juga datang untuk menyampaikan belasungkawa.

"Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata. Saya sangat terharu," katanya kepada Agence France-Presse (AFP) sambil menangis.

"Saya telah mencintai Putri Bha sejak ia masih sangat muda," katanya, menambahkan bahwa "sebagai mantan pekerja pemerintah, saya mengerti betapa banyak yang telah dilakukan keluarga kerajaan untuk negara ini".

Yang Mulia Ratu Sirikit, Ibu Suri, ibu dari Yang Mulia Raja Maha Vajiralongkorn Phra Vajiraklaochaoyuhua, meninggal dunia pada Oktober tahun lalu pada usia 93 tahun.

Share: