Media Asing Ikut Soroti Survei Kepuasan Publik Presiden Indonesia Anjlok Jadi 51,1%

"Persepsi publik tentang memburuknya ekonomi nasional merupakan faktor utama di balik penurunan kepuasan terhadap kinerjanya," kata Irvani.


Bangkok, Suarathailand- Bangkok Post ikut melaporkan tingkat persetujuan Presiden Indonesia Prabowo Subianto turun menjadi 51,1% pada Juli 2026, mengutip hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Responden menunjuk pada kondisi ekonomi negara lebih dari satu setengah tahun masa jabatannya.

Tingkat persetujuan Prabowo berada di angka 81,2% pada November 2025, sebelum turun menjadi 66,4% dalam survei yang dilakukan antara akhir Februari dan awal Maret, kata Deni Irvani, direktur eksekutif Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC).

"Persepsi publik tentang memburuknya ekonomi nasional merupakan faktor utama di balik penurunan kepuasan terhadap kinerjanya," kata Irvani.

Hampir separuh responden, atau 49,4%, mengatakan kondisi ekonomi "buruk" atau "sangat buruk", dengan hanya 15,7% yang mengatakan ekonomi berjalan baik, turun dari 40% pada bulan November.

Survei tersebut mengkonfirmasi pendapat beberapa ekonom bahwa meskipun angka pertumbuhan ekonomi Indonesia akurat, angka tersebut tidak mencerminkan persepsi kemakmuran di tingkat individu, kata Irvani.

Ketidakpuasan terhadap situasi politik serta kondisi penegakan hukum juga telah melemahkan popularitas Prabowo, tambahnya.

Survei tersebut mengumpulkan pendapat 749 responden dari tanggal 5 hingga 19 Juli, dan memiliki perkiraan margin kesalahan sebesar 3,7%.

Sebanyak 42,8% responden mengatakan penanganan Prabowo terhadap situasi politik "buruk" atau "sangat buruk", naik tajam dari 23% pada bulan November.

Jumlah responden yang menyetujui kinerja politiknya telah turun menjadi 13,5% dibandingkan dengan 35,8% pada bulan November.

Mengenai penegakan hukum, 37,6% responden mengatakan kondisinya "buruk" atau "sangat buruk".

Prakiraan menjabat pada Oktober 2024 setelah kemenangan telak dalam pemilihan umum dengan janji untuk memberantas korupsi dan meningkatkan peluang ekonomi dengan mempercepat pertumbuhan produk domestik bruto tahunan dari 5% menjadi 8%.

Namun, pemerintahannya tahun ini terguncang akibat depresiasi mata uang dan kinerja pasar saham yang buruk, serta kekhawatiran tentang pengeluaran berlebihan dan independensi bank sentral.

Salah satu bagian penting dari kampanye pemilihan Prabowo adalah program makan gratis yang ambisius yang diluncurkan pada Januari 2025, tetapi program tersebut telah diliputi berbagai masalah dan anggarannya telah dipotong dua kali.

Terlepas dari pemotongan anggaran, defisit anggaran Indonesia diperkirakan masih akan melebar menjadi 2,85% dari PDB tahun ini.

Share: