Prancis menggambarkan tindakan Israel itu tidak dapat diterima dan invasi ke negara tetangga itu merupakan "kesalahan serius".
Paris, Suarathailand- Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Noel Barrot kepada BFM TV Prancis mengatakan Prancis telah meminta digelar sidang darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) sebagai tanggapan atas operasi militer Israel di Lebanon selatan.
"Prancis telah meminta dilakukan sidang darurat Dewan Keamanan PBB," kata Menlu Barrot.
Barrot menggambarkan tindakan Israel itu tidak dapat diterima dan invasi ke negara tetangga itu merupakan "kesalahan serius". Tidak ada yang dapat membenarkan kelanjutan aksi militer Israel di Lebanon atau penguasaan lebih jauh ke wilayah Lebanon oleh Israel, tegasnya.
Kepala otoritas bidang pertahanan Israel sebelumnya menyatakan bahwa pasukan pertahanan Israel (IDF) telah merebut Kastil Beaufort yang strategis di Lebanon Selatan.
Kepala otorita Israel Benjamin Netanyahu kemudian memerintahkan pasukan militer setempat untuk memperluas operasi mereka melawan gerakan Lebanon, Hizbullah, sekaligus memperketat pengawasan atas wilayah-wilayah di Lebanon Selatan.
Serangan Israel yang semakin luas ke wilayah Lebanon dibalas dengan serangan roket yang semakin gencar dari Hizbullah terhadap sejumlah kota di Israel.
Sirene serangan udara telah berbunyi di Kiryat Shmona, Nahariya, Safed, Karmiel, dan tempat-tempat lain. Komando Front Dalam Negeri telah memperketat aturan terkait kegiatan berkumpul dan lembaga pendidikan di wilayah utara. (Foto: dok sidang dk pbb)



