Prancis Catat Sekitar 7.000 Kematian Akibat Gelombang Panas hingga Akhir Juli

Angka perkiraan sebelumnya dilaporkan berada di atas 5.000 jiwa.


Paris, Suarathailand- Prancis mencatat sekitar 7.000 kematian berlebih hingga akhir Juli di tengah gelombang panas yang terjadi berturut-turut di seluruh negeri, kata Menteri Kesehatan Stephanie Rist pada hari Jumat.

Sebuah penilaian baru menetapkan angka kematian berlebih hingga akhir Juli sebanyak 7.000 jiwa saat Prancis mengalami beberapa gelombang panas selama musim panas, menurut saluran penyiaran BFMTV.

Angka perkiraan sebelumnya dilaporkan berada di atas 5.000 jiwa.

"Kami telah mengalami gelombang panas berulang selama tiga bulan. Ada beberapa pengamatan yang bisa kami sampaikan: sistem layanan kesehatan kami tetap bertahan, dan terdapat angka kematian berlebih sebanyak 7.000 orang hingga akhir Juli," ujar Rist kepada saluran penyiaran France 2.

Ia mengatakan bahwa kematian tersebut terutama melibatkan orang-orang yang tinggal sendiri dan terisolasi di kota-kota besar.

Saat membandingkan angka tersebut dengan gelombang panas tahun 2003 yang menyebabkan hampir 15.000 kematian, Rist mengatakan bahwa "kemungkinan jumlah kematian berlebih di panti jompo lebih sedikit" dan bahwa ada "pelajaran yang telah dipetik, dengan tenaga profesional yang lebih terlatih serta adanya ruangan berpendingin".

Ia mengakui bahwa masih ada hal-hal yang perlu dilakukan, sementara data akhir diperkirakan akan dirilis dalam beberapa minggu mendatang.

Share: