Macron bersikeras bahwa langkah itu menjadi bagian prioritas untuk "menurunkan harga bahan bakar minyak."
Paris, Suarathailand- Xinhua melaporkan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada Kamis (24/9) menyatakan negaranya akan mengirimkan bantuan militer untuk membantu upaya menjaga Yanbu, sebuah hub industri dan energi utama Arab Saudi di pesisir Laut Merah.
Melalui kanal televisi Prancis, TF1, Macron mengatakan Prancis telah menuntaskan diskusi dengan Arab Saudi perihal mengirimkan "aset militer" untuk mengamankan kawasan energi tersebut, termasuk "prajurit serta sistem radar dan pertahanan."
Saat ditanya mengenai kemungkinan mengirimkan pesawat jet tempur Rafale, Macron menjawabnya dengan Prancis akan "mengamati perkembangan dan menyesuaikan dengan kebutuhan," sembari menambahkan bahwa "kami punya beberapa di wilayah tersebut."
Macron bersikeras bahwa langkah itu menjadi bagian prioritas untuk "menurunkan harga bahan bakar minyak," sembari menambahkan pentingnya "berupaya mengalirkan cadangan yang ada dan meningkatkan kelancaran lalu lintas di Timur Tengah."
Pernyataan Macron muncul setelah kelompok Houthi Yaman pada Sabtu (19/9) menyatakan telah melancarkan serangan bersekala besar dengan menargetkan ibu kota Arab Saudi Riyadh dan Yanbu, menandai eskalasi besar dalam konfrontasi antara kedua belah pihak.
Sebelumnya, pada Kamis (24/9), koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan pertahanan udara mereka berhasil mencegat enam rudal balistik Houthi yang mengarah ke Taif dan Yanbu, sementara mereka juga terus melancarkan serangan udara ke wilayah-wilayah di bawah kekuasaan Houthi di Yaman.



