PM Thailand Desak ASEAN Perluas Kemitraan-Perkuat Ketahanan Kawasan

“ASEAN harus memperluas kemitraannya dengan negara-negara berkekuatan menengah dan para mitra di kawasan Global South untuk berbagi komitmen terhadap tatanan internasional yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan,” kata PM Thailand.


Jakarta, Suarathailand- Antara melaporkan Perdana Menteri (PM) Thailand Anutin Charnvirakul menyerukan agar ASEAN memperluas kemitraan dengan negara-negara berkekuatan menengah dan negara-negara di kawasan Global South guna memperkuat ketahanan kawasan di tengah meningkatnya berbagai tantangan global.

PM Anutin menyatakan saat berpidato di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa, dalam kunjungan perdananya ke Sekretariat ASEAN sebagai bagian dari rangkaian kunjungan kerja selama dua hari di Indonesia.

“ASEAN harus memperluas kemitraannya dengan negara-negara berkekuatan menengah dan para mitra di kawasan Global South untuk berbagi komitmen terhadap tatanan internasional yang terbuka, inklusif, dan berbasis aturan,” katanya.

PM Thialand menuturkan bahwa ASEAN di masa depan harus memajukan tiga prioritas, salah satunya ketahanan yang lebih besar. Menurutnya, ketahanan tidak lagi hanya berarti kemampuan untuk pulih dari krisis, tetapi berarti melakukan persiapan sebelum gangguan datang.

PM Anutinmengatakan ASEAN perlu memperdalam integrasi dan memperkuat fondasi keamanan serta kemakmuran melalui pembangunan rantai pasok yang terpercaya, energi yang andal, keamanan, konektivitas digital, dan kapabilitas teknologi.

Namun, menurut dia, ketahanan tidak dapat dibangun secara terisolasi.

ASEAN perlu memperluas kemitraan dengan negara-negara berkekuatan menengah dan para mitra di kawasan Global South.

“Dengan menghubungkan kekuatan yang kita miliki serta mendiversifikasi kerja sama, kita dapat menciptakan lebih banyak pilihan, mengurangi ketergantungan yang berlebihan, dan mempertahankan otonomi strategis kita,” kata dia.

PM Anutin juga menyampaikan bahwa ASEAN di masa depan harus memperkuat regionalisme di tengah dunia yang semakin terfragmentasi, persatuan dan sentralitas ASEAN menjadi semakin penting.

Namun, ia menegaskan bahwa sentralitas tersebut harus ditopang oleh kemampuan ASEAN untuk mengelola berbagai tantangan di kawasan kita sendiri.

“Prinsip konsensus dan nonintervensi tetap menjadi landasan utama ASEAN. Namun, prinsip-prinsip tersebut juga harus diterapkan dengan fleksibilitas dan pragmatisme yang diperlukan untuk menjaga persatuan sekaligus memungkinkan tindakan yang bermakna,” ucapnya.

PM Anutin juga menyerukan pentingnya relevansi ASEAN. Baginya, relevansi ASEAN tidak bisa dianggap sebagai sesuatu yang otomatis, tetapi harus diperoleh melalui kontribusi yang konstruktif terhadap urusan kawasan dan global, dan serta melalui manfaat nyata yang kita berikan kepada masyarakat kita.

“ASEAN harus tetap menjadi platform yang terpercaya, tempat para mitra dapat berinteraksi secara konstruktif dan mengembangkan kerja sama yang saling menguntungkan,” kata dia.

Share: