PM Thailand juga akan menyampaikan pidato kebijakan luar negeri di Sekretariat ASEAN di Jakarta
Bangkok, Suarathailand- Bangkok Post melaporkan PM Anutin Charnvirakul akan mengunjungi Indonesia pada tanggal 3-4 Agustus untuk membahas perdagangan dan keamanan serta pidato di ASEAN menjelang kepemimpinan Thailand pada tahun 2028.
Anutin dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto tentang penguatan hubungan bilateral, dengan agenda perdagangan, investasi, pariwisata, keamanan, ketahanan pangan, energi, pendidikan, dan kerja sama bisnis.
Ia juga akan menyampaikan pidato kebijakan luar negeri di Sekretariat ASEAN di Jakarta, yang menguraikan prioritas regional Thailand dan persiapannya untuk mengambil alih kepemimpinan ASEAN pada tahun 2028.
Juru Bicara Pemerintah Rachada Dhnadirek mengatakan pemerintah bermaksud menggunakan keterlibatan tingkat pemimpin untuk memajukan proyek-proyek praktis di bawah kemitraan strategis Thailand-Indonesia.
Perdagangan dan Investasi dalam Agenda Bilateral
Rachada menggambarkan Indonesia, dengan populasi sekitar 280 juta jiwa, sebagai ekonomi terbesar dan negara terpadat di ASEAN, menjadikannya pasar penting, tujuan investasi, dan mitra potensial bagi bisnis Thailand.
Hubungan yang lebih erat dapat memperluas akses ke pasar Indonesia untuk barang dan jasa Thailand, memperkuat hubungan rantai pasokan, dan mendorong investasi di kedua arah, tambahnya.
Pemerintah juga melihat peluang bagi perusahaan besar Thailand dan usaha kecil dan menengah untuk memperluas kehadiran mereka di Indonesia.
Rachada mengatakan kunjungan tersebut dimaksudkan untuk menghasilkan manfaat yang melampaui hubungan antar pemerintah, termasuk pasar yang lebih luas untuk produk pertanian dan makanan Thailand, peningkatan pariwisata, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan tenaga kerja.
Thailand juga berupaya melakukan pertukaran pengetahuan dan teknologi di sektor-sektor di mana kedua negara memiliki kekuatan yang saling melengkapi.
“Kunjungan ini bukan hanya tentang memperkuat persahabatan antara kedua pemimpin, tetapi juga tentang mengubah hubungan baik menjadi peluang untuk perdagangan, investasi, dan peningkatan pendapatan,” kata Rachada.
“Pemerintah ingin kebijakan luar negeri memperkuat ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata.”
Agenda regional meluas melampaui hubungan bilateral
Thailand dan Indonesia termasuk di antara anggota pendiri ASEAN dan keduanya terus memainkan peran dalam membentuk arah kelompok regional tersebut.
Pembicaraan ini akan memberikan kesempatan bagi Anutin dan Prabowo untuk membahas persatuan ASEAN dan kemampuan blok tersebut untuk menanggapi pergeseran ekonomi global, kejahatan transnasional, dan perkembangan geopolitik.
Kedua pihak diharapkan bertukar pandangan tentang kerja sama ekonomi dan keamanan, konektivitas regional, pangan, energi, dan pembangunan berkelanjutan.
Mereka juga akan membahas langkah-langkah untuk menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi bisnis sambil mempertahankan Asia Tenggara sebagai kawasan perdamaian, stabilitas, dan peluang ekonomi.
Di Sekretariat ASEAN, Anutin akan menyampaikan visi Thailand untuk ASEAN yang bersatu, tangguh secara ekonomi, dan berpusat pada rakyat yang mengejar pertumbuhan yang seimbang dan berkelanjutan.
Pidato tersebut juga akan menjadi bagian dari persiapan Thailand untuk memimpin kelompok regional pada tahun 2028.
Rachada mengatakan perjalanan tersebut mencerminkan pendekatan kebijakan luar negeri yang berfokus pada pembangunan kemitraan strategis, menjaga keseimbangan dalam hubungan internasional Thailand, dan memperkuat posisi tawar ekonomi negara tersebut di tengah persaingan global yang meningkat dan ketidakpastian.
Pembicaraan resmi dan forum bisnis di Jakarta
Anutin dan delegasinya dijadwalkan berangkat dari Terminal Udara Militer 2 di Wing 6 menuju Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta pada tanggal 3 Agustus.
Program hari pertama meliputi upacara penyambutan resmi, pembicaraan kelompok kecil antara Anutin dan Prabowo, pertemuan tingkat delegasi penuh, dan konferensi pers bersama di Istana Kepresidenan Indonesia.
Pada tanggal 4 Agustus, Anutin akan menghadiri pembukaan forum bisnis yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri Indonesia, yang dikenal sebagai KADIN, bersama dengan Kamar Dagang Thailand di Indonesia.
Forum ini bertujuan untuk menghubungkan perusahaan dari kedua negara dan mengidentifikasi peluang untuk perdagangan dan investasi lebih lanjut.
Anutin kemudian akan melakukan perjalanan ke Sekretariat ASEAN untuk berdiskusi dengan sekretaris jenderal ASEAN tentang memajukan kerja sama regional sebelum menyampaikan pidatonya tentang visi Thailand untuk organisasi tersebut.



