Pesawat TNI AL yang Jatuh Ditemukan di Kedalaman 15 Meter, Pilot dan Kopilot Meninggal

Dua penerbang yang gugur pilot Letnan Satu Laut (P) Judistira Eka Permady dan kopilot Letnan Dua Laut (P) Dendy Kresna Bhakti. 

Komando Armada (Koarmada) II merilis pesawat udara latih jenis G-36 Bonanza T-2503 yang dinyatakan hilang kontak telah ditemukan di kedalaman 15 meter Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), atau perairan perbatasan Kabupaten Gresik dan Bangkalan, Jawa Timur.

Selanjutnya, diupayakan pengangkatan terhadap pesawat milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (TNI AL) tersebut. (Hanif Nasrullah/Denno Ramdha Asmara/Gracia Simanjuntak).


TNI AL menyebut pesawat jatuh dan tenggelam di kedalaman sekitar 10-15 meter. Dalam proses pencarian, TNI AL mengerahkan 7 KRI, 1 pesawat CN-235, 2 Helikopter, 2 Kapal Angkatan Laut (KAL), 2 Tim Kopaska, dan 2 tim penyelam.

Dua penerbang pesawat latih TNI Angkatan Laut jenis Bonanza G-36 T-2503 yang jatuh di Selat Madura telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. 

Dua penerbang tersebut yakni pilot Letnan Satu Laut (P) Judistira Eka Permady dan kopilot Letnan Dua Laut (P) Dendy Kresna Bhakti. 

“Jam 10.00 WIB ditemukan di kedalaman laut 14 meter, (jenazah) masih di dalam bangkai pesawat dan sudah dievakuasi ke RSAL Surabaya,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Yudo Margono di Mabesal, Jakarta, Kamis (8/9/2022).

Sebelum dilaporkan hilang kontak, pesawat lebih dulu lepas landas dari Bandara Juanda dengan rute Sub-(Armada) Loc Area-Sub, Rabu, pukul 08.45 WIB. 

Pesawat produksi Amerika Serikat ini terbang dalam rangka latihan anti-serangan udara atau Air Defense Exercise (Adex) Siaga Armada II. Namun  sekitar 10 menit setelah lepas landas, pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak di antara perairan di Bangkalan dan Gresik, pukul 08.55 WIB. (tnial, antara)


Share: