Lima warga Inggris ditangkap di dekat pangkalan udara tersebut karena dicurigai melakukan pelanggaran atas Undang-Undang Bahan Peledak. Mereka dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya.
AS, Suarathailand- Sputnik melaporkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Senin mengatakan sejumlah pesawat pengebom B-1 Lancer Angkatan Udara AS dipindahkan dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford karena adanya ancaman tertentu, bukan secara kebetulan.
"Saya rasa kita bisa mengatakan demikian. Mereka tidak terbang keluar secara kebetulan," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah ada ancaman tertentu yang menyebabkan pesawat pengebom tersebut ditarik dari pangkalan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari rotasi aset militer yang normal dan membantah bahwa keputusan itu terkait dengan insiden baru-baru ini di pangkalan udara tersebut.
Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan pesawat pengebom itu dipindahkan sebagai langkah pencegahan.
Pada 27 September, lima warga Inggris ditangkap di dekat pangkalan udara tersebut karena dicurigai melakukan pelanggaran atas Undang-Undang Bahan Peledak. Mereka dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya.
Pada 1 Oktober, seorang warga Inggris berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran ditangkap dalam kasus tersebut, tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan.
RAF Fairford adalah satu-satunya pangkalan di Eropa yang menjadi markas pendaratan pesawat pengebom strategis AS.
Pangkalan tersebut pernah digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Irak dan bekas Yugoslavia.
Pada Maret, otoritas Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalan tersebut untuk operasi militer terhadap Iran.
Inggris mengatakan pesawat AS hanya dapat menggunakan pangkalan itu untuk operasi pertahanan.




