Perundingan Damai di Thailand Selatan Berlanjut, Kekerasan Mereda

Serangan pada Bulan Suci Ramadan ini terjadi di 45 lokasi di wilayah Thailand Selatan.


> Pemerintah Thailand komitmen mewujudkan perdamai di wilayah selatan.

> Pemerintah akan memajukan pariwisata Thailand selatan untuk kesejahteraan rakyat

> Perundingan damai akan dilanjutkan lagi pada April 2024


Ketegangan di Thailand mereda ketika perundingan damai antara NSC dan BRN dilanjutkan

Pembicaraan perdamaian antara Dewan Keamanan Nasional (NSC) Thailand dan Barisan Revolusi Nasional (BRN) akan dilanjutkan bulan depan, meskipun ada kemunduran baru-baru ini, menurut wakil juru bicara Rudklao Suwankiri. 

Pengumuman ini menyusul serangkaian serangan pembakaran pada tanggal 22 Maret di Yala, Pattani, Narathiwat dan Songkhla, dan indikasi bahwa 45 lokasi lainnya kemungkinan menjadi sasaran selama bulan suci Ramadhan.

Rudklao menekankan perlunya BRN menghentikan serangan di Ujung Selatan dengan menyatakan negosiasi perdamaian yang sedang berlangsung akan menguntungkan tim Thailand dan Malaysia, mengingat peran Malaysia sebagai fasilitator dalam proses tersebut. 

Wakil Sekretaris Jenderal NSC, Chatchai Bangchuad, yang memimpin tim pemerintah Thailand, mengungkapkan kedua pihak akan mengadakan diskusi tingkat teknis pada akhir April untuk membahas Rencana Komprehensif Bersama menuju Perdamaian (JCPP).

Diskusi sebelumnya dilakukan pada tanggal 20 Februari dan 7–8 Maret dan menghasilkan beberapa tanggapan positif, meskipun terdapat perbedaan pendapat. 

Menurut Chatchai, kedua belah pihak pada prinsipnya telah menyetujui rincian JCPP, dan BRN menyetujui pedoman mengenai kerangka hukum untuk tuduhan dan penghentian serangan kekerasan.

“Ini pertanda positif bahwa masih ada proses diskusi.”

Pertemuan mendatang pada bulan April diperkirakan akan menghasilkan kemajuan lebih lanjut dalam hal rincian teknis, dengan Prinsip Umum Proses Dialog Perdamaian 2022 yang berfokus pada pengurangan kekerasan, diskusi publik, dan potensi solusi politik.

Menyikapi serangan pembakaran minggu lalu di empat provinsi perbatasan selatan, Rudklao menyatakan motivasi para pemberontak mungkin mencakup keinginan untuk menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap perundingan perdamaian yang sedang berlangsung antara BRN dan pemerintah Thailand. Sebanyak 45 insiden ini terutama menyasar sektor bisnis.

Pemerintah Thailand telah komitmen untuk mengubah tiga provinsi paling selatan di negara itu menjadi tempat wisata global dan meningkatkan investasi di wilayah ini. Kepastian ini disampaikan Perdana Menteri Srettha Thavisin dalam kunjungan tiga hari ke Narathiwat, Pattani, dan Yala.

Share: