Mushaf Alquran berusia ratusan tahun dari Pattani disebut salah satu yang terindah di dunia.
Pemerintah Thailand membantu pembangunan museum mushaf Alquran yang terletak di Chicken Endowment Hut, Yi Ngo, Provinsi Narathiwat, Thailand Selatan. Pada awalnya museum ini bangunan yang berada di sebuah madrasah kemudian dikembangkan menjadi museum kebanggaan masyarakat Narathiwat.
Bantuan pembangunan mushaf Alquran ini di bawah arahan Departemen Seni Rupa, Kementerian Kebudayaan Thailand. Pihak pengelola museum menyadari pentingnya kitab suci dan dokumen kuno. Pengelola kemudian mendaftarkan kitab suci dan dokumen-dokumen kuno ke Kementerian Kebudayaan dan kementerian membantu memberikan pengetahuan tentang konservasi, restorasi, dan pemeliharaan berdasarkan prinsip-prinsip akademis yang tepat.

Tidak hanya itu, pemerintah Thailand juga membantu mendanai pembangunan museum mushaf Alquran ini dan menjadi kebanggaan masyarakat Thailand Selatan. “Sekarang museum senilai 220 juta baht selesai dibangun dan menunggu peresmian oleh Raja Thailand, diharapkan diresmikan tahun ini,” kata Kepala madrasah yang juga pengelola museum, Ustaz Muhammad Lutfi Haji Saman
Pengunjung museum ini dijamin akan terpesona dengan keindahan mushaf Alquran berusia ratusan tahun dari Pattani. Naskah tersebut dipilih oleh Perpustakaan Suleymaniye di Turki sebagai kitab suci terindah di dunia Islam pada tahun 2016.

Selain itu, ada pula mushaf Alquran asal Tiongkok dengan sampul kulit dan sutra serta motif kembang sepatu Melayu. Ada pula Al-Quran dari Kerajaan Mughal di India yang bagian atasnya terbuat dari kulit binatang dan kertasnya terbuat dari kulit pohon.
Meski semuanya ditulis dalam abjad yang sama yaitu abjad Arab, namun memiliki detail berbeda yang mencerminkan identitas masing-masing budaya.
Selain itu, museum ini juga memuat beberapa dokumen kuno dengan pengetahuan berbagai dimensi.
Bangunan Museum Mushaf Alquran
Museum mushaf Alquran ini terdiri dari tiga ruangan. Ruang pertama adalah Ruang yang memperkenalkan tentang museum.
Ruang kedua adalah ruang berisi dokumen dan keterangan tradisi-tradisi penting umat Islam yang terdapat di tiga wilayah perbatasan selatan Thailand. Di ruang ini juga ditampilkan beberapa tempat-tempat penting dan menarik yang berkaitan dengan umat Islam di Provinsi Narathiwat, konten untuk menghormati Raja Rama IX dan Raja Rama X.
Ruang ketiga berisi pemaparan tentang isi Alquran dan jalur dakwah Islam ke Asia Tenggara hingga ke Thailand Selatan. Isi materi atau penjelasan tentang benda bersejarah disajikan dalam tiga bahasa antara lain Thailand, Inggris, dan Melayu Pattani.

Dalam waktu dekat, Museum Al-Quran dan Warisan Melayu Kuno akan menjadi pusat pembelajaran seni dan budaya nasional untuk meneliti dan mempelajari Al-Quran dan warisan budaya Islam.
Hal ini juga dapat meningkatkan kesadaran masyarakat lokal di wilayah perbatasan selatan untuk menyadari pentingnya budaya mereka yang berujung pada semangat, apresiasi, dan kebanggaan terhadap warisan budaya dan seni Islam di daerah setempat.
Selain itu, hal ini akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian dan masyarakat dari pariwisata di Thailand dan seluruh dunia.
Hal ini sejalan dengan Kebijakan Pariwisata Masyarakat yang akan membantu meningkatkan lapangan kerja dan pendapatan penduduk setempat untuk membangun perekonomian masyarakat yang kuat secara berkelanjutan.




