G7 menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut harus kembali aman dan bebas hambatan.
Prancis, Suarathailand- Kantor berita Antara melaporkan Menteri luar negeri negara-negara G7 mendesak pemulihan segera kebebasan navigasi di Selat Hormuz yang saat ini terganggu akibat ketegangan dengan Iran.
Prancis pada Jumat kemarin, G7 menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut harus kembali aman dan bebas hambatan Hal itu Berdasarkan pernyataan bersama yang dirilis usai pertemuan di Vaux-de-Cernay,
“Kami menegaskan kembali perlunya pemulihan permanen kebebasan navigasi yang aman dan bebas hambatan di Selat Hormuz sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 dan Hukum Laut,” demikian pernyataan para menlu G7 yang dikutip Antara, Sabtu, 28 Maret 2026.
G7 juga mendesak penghentian serangan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, serta menegaskan tidak ada pembenaran atas penargetan warga sipil maupun fasilitas diplomatik dalam konflik bersenjata.
Selain itu, para menteri luar negeri menekankan pentingnya meminimalkan dampak konflik terhadap mitra regional, masyarakat sipil, serta infrastruktur vital, termasuk melalui koordinasi bantuan kemanusiaan.
Mereka juga menyoroti risiko gangguan terhadap rantai pasokan global, termasuk sektor energi, pupuk, dan perdagangan, yang dapat berdampak langsung pada perekonomian dunia.
Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas Teheran melalui serangan ke Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Situasi tersebut menyebabkan gangguan signifikan di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk ke pasar global.
Gangguan ini turut menekan ekspor dan produksi energi di kawasan, serta mendorong kenaikan harga minyak di pasar internasional.



